Lebih aman kalau kita sudah memiliki sertifikat elektronik
Kota Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tahun ini akan mendeklarasikan diri sebagai kota lengkap yakni pemetaan tanah yang sudah terdaftar keseluruhan secara resmi.

Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono menyampaikan saat ini Pemkot Bandung sedang mengejar sisa sertifikasi aset tanah agar bisa 100 persen lengkap di tahun 2024.

“Dari 750 aset, kami sudah selesaikan sebanyak 500 sertifikat. Pekerjaan kami ada 250 sertifikat lagi. Dan kami deklarasikan pada tahun 2024, Kota Bandung siap menjadi kota dengan sertifikat yang lengkap,” kata Bambang di Bandung, Senin.

Bambang mengatakan kota lengkap ini sudah menjadi cita-cita bersama karena secara logika mafia tanah sudah tidak bisa bergerak menyusul batas tanah yang jelas, kepemilikan pemetaan jelas.

“Sejumlah aset lainnya, akan kami kejar. Akan kami selesaikan,” kata dia.

Baca juga: Menteri ATR deklarasikan 14 Kota Lengkap di seluruh Indonesia
Baca juga: Pontianak masuk 14 kota lengkap yang dideklarasikan Menteri ATR/BPN


Ia juga mengapresiasi peralihan sertifikat konvensional menjadi elektronik akan meningkatkan keamanan dalam kepemilikan sertifikat tanah oleh ancaman bencana maupun oknum yang tidak bertanggung jawab seperti mafia tanah.

Adapun Kota Bandung menjadi salah satu dari 11 kota/kabupaten se-Jawa Barat yang dideklarasikan sebagai kota dengan sertifikat elektronik yang lengkap.

Sementara itu, Menteri ATR/BPN, Agus Harimurti Yudhoyono mendorong 16 kota/kabupaten lainnya di Jawa Barat untuk menyusul langkah 11 kota/kabupaten yang berstatus lengkap, seperti Kota Bandung.

Ia menyatakan, kepemilikan terhadap tanah merupakan hal fundamental bagi seluruh warga yang menjadi aspek keadilan sosial.

“Penting bagi kita untuk menggerakkan program sertifikasi. Ini merupakan titik berat dari kebijakan reforma agraria yang dicanangkan dan dikawal penuh oleh Presiden,” kata Agus.

Ia juga menyebut, alih media dari konvensional menjadi digital dan elektronik, memiliki banyak keuntungan, antara lain lebih aman dari risiko kehilangan atau kerusakan.

“Lebih aman kalau kita sudah memiliki sertifikat elektronik. Karena sudah masuk ke database. Dan tidak semudah itu digandakan, dipalsukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” katanya.
 

Baca juga: AHY: Pelibatan masyarakat solusi keterbatasan penuntasan Kota Lengkap
Baca juga: AHY sebut keuntungan Kota Lengkap memudahkan transformasi digital
Baca juga: Menteri ATR: Isu tanah fundamental untuk wujudkan kesejahteraan


Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2024