Saat ini beruang tersebut berada di PLG Seblat untuk dilakukan perawatan. Untuk kondisi beruang tersebut dalam kondisi sehat, hanya saja ada cedera ringan di tangan akibat terkena jerat tali
Kota Bengkulu (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu menerangkan kondisi beruang madu dewasa yang terjerat tali tambang di perkebunan sawit yang ada di Kabupaten Mukomuko pada Sabtu (8/6) saat ini mulai membaik.

Kasat Polisi Hutan BKSDA Bengkulu dan Lampung Pirmansyah di Kota Bengkulu, Senin, menerangkan saat ini beruang tersebut masih dilakukan perawatan di Pusat Latihan Gajah (PLG) Seblat Kabupaten Bengkulu Utara.

"Saat ini beruang tersebut berada di PLG Seblat untuk dilakukan perawatan. Untuk kondisi beruang tersebut dalam kondisi sehat, hanya saja ada cedera ringan di tangan akibat terkena jerat tali," ujarnya.

Pihaknya menunggu arahan dari pimpinan terkait tindak lanjut ke depannya apakah beruang madu tersebut dilepas liar kan dan sebagainya.

Baca juga: BKSDA Jambi turunkan tim bantu tangkap beruang masuk pemukiman warga

Sebelumnya, BKSDA Bengkulu telah mengevakuasi seekor induk beruang madu dewasa berjenis kelamin betina yang terjerat tali tambang yang dipasang warga di lokasi perkebunan sawit Desa Sido Mulyo, Kecamatan Penarik.

Lokasi beruang terjerat tersebut berada di dalam kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Air Dikit dan berbatasan langsung dengan kebun PT Agro Muko Sungai Jerinjing, Kabupaten Mukomuko.

Beruang madu dewasa tersebut telah terkena jeratan yang dipasang warga selama lima hari belakangan dan mengalami luka pada pergelangan tangan sebelah kanan.

Atas kejadian tersebut, BKSDA Bengkulu meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak menangkap atau memasang perangkap kepada beruang madu, mengingat beruang madu merupakan satwa yang dilindungi negara dan kondisinya saat ini sudah mulai terancam punah akibat perburuan.

Baca juga: Petugas BBKSDA Riau evakuasi beruang madu
Baca juga: BKSDA Sumsel rehabilitasi seekor bayi beruang madu

 

Pewarta: Anggi Mayasari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2024