Indonesia Timur catat pertumbuhan tertinggi penggunaan internet

Indonesia Timur catat pertumbuhan tertinggi penggunaan internet

ilustrasi Internet Kecamatan Sejumlah pengunjung menggunakan fasilitas internet melalui Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) di Halaman Gedung Graha Eme Neme Yaware, Timika, Papua, Selasa (28/5). MPLIK merupakan program Kementerian Komunikasi dan Informatika yang bertujuan agar masyarakat yang jauh dari kota juga dapat mengakses internet untuk menunjang aktifitas maunya hanya sekedar mencari informasi. (ANTARA FOTO/Spedy Paereng) ()

Jakarta (ANTARA News) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pertumbuhan pengguna internet di kawasan Indonesia Timur mencapai tingkat tertinggi dibanding kawasan lain di Indonesia.

Data pertumbuhan internet tersebut tertuang dalam hasil survei BPS bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) terhadap kalangan industri, bertajuk "Profil Terkini Internet Industri Indonesia", yang dipublikasi di Jakarta, Jumat.

Kepala BPS Suryamin mengungkapkan untuk antarprovinsi kalangan industri, Sulawesi Utara tercatat sebagai provinsi yang sudah 100 persen atau peringkat tertinggi yang menggunakan komputer dan internet dalam aktivitas bisnis.

Sedangkan peringkat kedua adalah Kalimantan Barat 94,12 persen, di atas Provinsi DKI Jakarta sebagai pusat pemerintahan yang mencapai 90,83 persen.

Meski begitu BPS juga mencatat provinsi pengguna komputer dan internet terendah adalah Maluku Utara sebesar 40 persen.

Dalam survei dilakukan pada 78 kabupaten/kota di 33 Propinsi Indonesia itu juga terungkap bahwa pengguna internet di Indonesia hingga akhir tahun 2013 mencapai 71,19 juta orang atau telah mencapai 28 persen dari total populasi.

Naiknya penetrasi internet tersebut tidak lepas dari upaya pemerintah dengan Pemerintah melalui Kemenkominfo yang sepanjang 2013 berhasil memperkuat infrastruktur internet di daerah-daerah guna pemerataan akses informasi ke  masyarakat.

Sebelumnya, Menkominfo Tifatul Sembiring mengungkapkan, kementeriannya hingga Desember 2013 telah membangun sebanyak 32.208 Satuan Sambungan Layanan (SSL) di wilayah non komersial yang dilayani akses telekomunikasi di 33.184 desa dari total 72.800 desa di Indonesia.

Selain itu juga telah dibangun sebanyak 1.857 Mobile Pusat Layanan Internet Kecamatan (M-PLIK), 5.956 Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dan 1.222 PLIK di sentra-sentra produktif.

Pemicu lainnya,�agresifnya PT Telkom membangun backbone dan "last mile" di kawasan Indonesia Timur.

Telkom merupakan salah satu pemenang tender MPLIK di sebagian besar kawasan Indonesia Timur yang minim backbone internet berbasis serat optik.

Telkom mengandalkan backbone dari satelit sembari menunggu rampungnya serat optik yang menghubungkan Sulawesi Maluku Papua senilai Rp1,7 triliun infrastruktur yang terdiri atas penggelaran kabel laut sepanjang 5.444 km dan kabel darat sepanjang 655 km.

Presiden Komunitas Tangan Di Atas (DTA) Muhammad Rosihan mengatakan infrastruktur internet Telkom banyak digunakan masyarakat di daerah-daerah untuk menjalankan usaha dan mendorong perekonomian.

"Perkembangan signifikan bisnis usaha kecil menengah mikro (UMKM) secara online tidak terlepas dari peran Telkom mengakomodasi kebutuhan infrastruktur telekomunikasi di daerah-daerah," ujar Rosihan.

Diungkapkannya, jika pada dua tahun lalu bisnis online berpusat di ibu kota, saat ini sudah berbalik. UMKM di daerah banyak yang sudah teredukasi menjalankan bisnis secara online.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar