Jakarta (ANTARA) -
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau yang akrab disapa Bamsoet mendukung langkah Presiden Joko Widodo yang menetapkan tanggal 10 Juni sebagai Hari Kewirausahaan Nasional, menyesuaikan tanggal kelahiran Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) yang terbentuk pada 10 Juni 1972.
 
Dia menilai tanggal kelahiran Hipmi sangat tepat jika digunakan sebagai peringatan Hari Kewirausahaan Nasional. Pasalnya, kata dia, HIPMI telah berhasil melahirkan generasi wirausaha muda yang berperan penting dalam perekonomian nasional, sekaligus melahirkan pemimpin muda di tingkat nasional dan daerah.
 
"Bahkan Presiden Joko Widodo juga merupakan alumni Hipmi Surakarta. Saya pun merupakan alumni Hipmi," kata Bamsoet dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin.
 
Dia mengatakan pencanangan Hari Kewirausahaan Nasional pada 10 Juni juga menjadi tindak lanjut atas langkah Presiden Joko Widodo yang sebelumnya telah menerbitkan Perpres Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional.
 
Dia optimistis perpres tersebut bisa mendorong lahirnya lebih banyak wirausahawan, dari saat ini sekitar 3,47 persen atau sekitar 8,2 juta wirausahawan menjadi 3,95 hingga 4 persen dari total penduduk Indonesia.
 
Menurutnya rasio kewirausahaan di Indonesia yang saat ini berkisar pada 3,47 persen dari total penduduk Indonesia, masih kalah jauh dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Dia menjelaskan Singapura memiliki rasio wirausaha mencapai 8,76 persen, Thailand 4,26 persen, dan Malaysia mencapai 4,74 persen.
 
Selain melalui Perpres dan pencanangan Hari Kewirausahaan Nasional, menurutnya semangat tersebut masih membutuhkan berbagai terobosan dan langkah strategis lainnya dari pemerintah untuk meningkatkan jumlah wirausahawan nasional.
 
Di antaranya, kata dia, dengan menyiapkan lebih banyak program pelatihan, dukungan akses pembiayaan yang murah, hingga pendampingan untuk UMKM naik kelas, serta penguatan daya saing IKM dan sentra IKM.
 
Dia menilai mendorong aktivitas kewirausahaan juga bisa menjadi jalan yang tepat untuk mengatasi pengangguran Generasi Z, dan sekaligus sebagai langkah penting dalam membangun perekonomian yang kuat.
 
Terlebih lagi, menurutnya Badan Pusat Statistik (BPS) telah mencatat bahwa hampir 10 juta penduduk usia muda yang masuk dalam Generasi Z, saat ini berstatus menganggur atau tanpa kegiatan.
 
"Mengatasinya bisa dilakukan dengan mendorong mereka berwirausaha," katanya.
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyetujui penetapan hari jadi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) pada 10 Juni sebagai peringatan Hari Kewirausahaan Nasional.
 
"Sudah saya tanda tangani Hari Kewirausahaan Nasional dalam bentuk Keppres sesuai yang diajukan dan diminta dari pendiri Hipmi dari Ketum Hipmi," kata Presiden Jokowi saat berpidato dalam HUT Ke-52 Hipmi di Jakarta, Senin.
 

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2024