Kita masih impor beras, dan ini mau datang 5.000 ton beras dari Myanmar.
Padang (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat  (Sumbar), akan mendatangkan 5.000 ton beras impor dari Myanmar dalam waktu dekat untuk memastikan dan menjamin ketersediaan pangan di kota tersebut.

"Kita masih impor beras, dan ini mau datang 5.000 ton beras dari Myanmar," kata Penjabat (Pj) Wali Kota Padang Andree Harmadi Algamar di Padang, Selasa.

Hal tersebut disampaikan Pj Wali Kota Padang di sela-sela tanam perdana dan pelaksanaan Sekolah Lapang Iklim Operasional 2024 pada kelompok tani Raperta, Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.

Baca juga: Bapanas: Stok beras candangan pangan pemerintah aman hadapi Idul Adha

Andree mengatakan kebijakan impor beras tersebut dikarenakan pasokan beras di kota berjuluk "Kota Bengkuang" tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan bagi 900 ribu lebih warga Padang.

Birokrat kelahiran 22 Oktober 1981 tersebut menyampaikan kebijakan impor beras penting untuk segera direalisasikan sebab, jika terus ditunda akan berdampak buruk pada pemenuhan pangan warga.

"Kalau beras hilang atau kurang ini bahaya," ujar dia mengingatkan.

Oleh karena itu, pemerintah daerah setiap saat terus memantau ketersediaan beras termasuk yang ada di gudang Bulog setempat. Tidak hanya itu, setiap pagi ia uga rutin mengecek kebutuhan pokok selain beras.

Sembari menunggu kedatangan beras impor tersebut pemerintah setempat juga menggenjot areal persawahan salah satunya lewat bantuan Stasiun Klimatologi Kelas II yang menyiapkan Sekolah Lapang Iklim Operasional.

Kehadiran Sekolah Lapang Iklim diharapkan mampu meningkatkan pemahaman petani terkait musim, cuaca dan sebagainya yang berkaitan dengan musim tanam padi. Apabila petani memiliki pengetahuan tersebut maka hasil pertanian dapat meningkat drastis.

Baca juga: Presiden sebut impor beras tak sampai 5 persen kebutuhan nasional

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Provinsi Sumbar Heron Tarigan mengatakan Sekolah Lapang Iklim ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan petani tentang iklim secara umum, termasuk informasi yang berkaitan dengan pertanian.

"Jadi, tujuan akhir dari Sekolah Lapang Iklim ini ialah meningkatkan produksi petani sehingga berdampak pada kesejahteraan petani," kata Tarigan.

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Nusarina Yuliastuti
Copyright © ANTARA 2024