Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengusulkan tiga ekor sapi ke Sekretariat Presiden untuk hewan kurban bantuan Presiden Joko Widodo pada hari raya Idul Adha 1445 Hijriah.

"Kami diminta untuk mencari hewan kurban Pak Presiden. Saat ini sudah ada tiga kandidat sapi yang kami usulkan," ujar Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara Zakir Daulay di Medan, Selasa.

Ia menjelaskan tiga kandidat sapi tersebut berasal dari tiga kabupaten/kota yang nantinya akan ditentukan oleh pemerintah pusat mana yang dinilai tepat.

"Prosesnya dari Sekretariat Presiden menyurati ke Sekretariat Daerah Sumut. Lalu kami yang ditugaskan untuk mencari sapi dari kabupaten/kota mana. Kami usulkan dari tiga kabupaten/kota, Deliserdang, Binjai, dan Langkat," kata dia.

Dia menjelaskan sapi kurban Presiden Jokowi untuk Idul Adha 1445 Hijriah itu memiliki beberapa kriteria antara lain beratnya minimal 800 kilogram.

"Nanti merekalah yang menghubungi langsung ke kabupaten/kota untuk berkoordinasi dan negosiasi. Mana yang paling pas nanti mereka langsung yang tentukan," sebut dia.

Zakir mengatakan lokasi pemotongan hewan kurban Presiden Jokowi juga belum dapat ditentukan karena semua keputusannya dari pemerintah pusat, bukan dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumut.

"Biro Kesejahteraan Pemprov Sumut akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menentukan wilayah mana yang akan menjadi tempat pemotongannya," jelas dia.

Pada Idul Adha 1444 Hijriah/2023 M, Presiden Jokowi membeli sapi milik Rahmat, warga Deli Serdang, Sumatera Utara yang bobotnya mencapai atau 1.020 kilogram.

Sapi kurban Presiden Jokowi saat itu dipotong dan dibagikan kepada warga Kota Medan melalui Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Masjid Agung Medan.

"Tahun lalu sapi Pak Presiden disembelih di Masjid Agung Medan, tahun ini belum tahu di mana," ujar dia.

Baca juga: Presiden Jokowi sumbang sapi kurban 1,05 ton untuk warga NTB

Baca juga: Presiden Jokowi beli sapi kurban milik peternak di Pleret Bantul

Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2024