Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, mendekatkan layanan perizinan kepada warga melalui Pelayanan Terpadu Keliling (PTK) yang diadakan Unit Pengelola Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (UP-PMPTSP) setempat.

“Pelayanan Terpadu Keliling (TPK) hari ini diadakan untuk melayani warga Pulau Pari dalam mengurus permohonan perizinan dan non-perizinan,” kata Kepala UP-PMPTSP Kepulauan Seribu, Erwin di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, dalam layanan ini bersinergi pihaknya bersinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah dan instansi terkait lainnya seperti Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Unit Pelayanan Pajak Daerah hingga Kantor Imigrasi dan Polri.

Sebelum layanan jemput bola diselenggarakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi agar PTK ini bisa betul-betul dimanfaatkan warga yang didatangi Pelayanan Terpadu Keliling ini.

Pada layanan PTK di Kelurahan Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, pihaknya telah melayani 71 pemohon yang meliputi Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang diajukan sembilan orang pemohon dan 18 pemohon mengajukan paspor ke Imigrasi.

Baca juga: Warga Pulau Panggang manfaatkan Pelayanan Terpadu Keliling
Baca juga: Pemkab Kepulauan Seribu layani perizinan hingga ke Pulau Sabira


Selanjutnya dua laporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) dan dua pemohon Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Kemudian enam pemohon isbat nikah, tiga permohonan perceraian serta dua pemohon asal-usul anak. Selain itu ada 23 warga mengurus layanan non-perizinan administrasi kependudukan seperti Kartu Keluarga, KTP elektronik, akta kematian, akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA).

Pada layanan jemput bola ini juga ada permohonan layanan konsultasi dan masing-masing dua pemohon layanan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Lalu satu konsultasi Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (KPKP) dan satu pemohon ke Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf).

Seorang warga Kelurahan Pulau Pari, Munawaroh (45) mengaku senang dengan adanya layanan jemput bola PTK karena untuk mengurus perizinan tidak perlu jauh-jauh ke kota, terlebih proses pembuatannya mudah dan cepat.

"Saya bersama keluarga mengurus paspor Imigrasi, karena saya berencana mau pergi umrah ke Mekah. Terima kasih, layanan ini sangat mempermudah saya dan warga lainnya dalam pengurusan , menghemat waktu dan biaya," kata dia.

 

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2024