Ingat, tidak ada pangan, tidak ada negara, tidak ada peradaban. Mati hidup negara ditentukan oleh pangan
Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman memimpin kegiatan panen komoditas bawang merah di lahan tidur pertanian perkotaan atau 'urban farming' milik Korem 051/WKT Kodam Jaya di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan.

Panen bersama di lahan perkotaan Desa Wanajaya Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi itu turut dihadiri Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin, Pelaksana harian Bupati Bekasi Iyan Priyatna, serta sejumlah unsur terkait.

"Ini luar biasa, gerakan masif di seluruh Indonesia. Kami ucapkan terima kasih atas nama pemerintah mewakili petani Indonesia, mendapatkan energi baru dari Pak Kasad, Pangdam, Danrem, Dandim, kepolisian, gubernur, bupati dan lain sebagainya," kata Amran di Bekasi, Selasa.
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman bersama Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memanen bawang merah di lahan pertanian perkotaan Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa. (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah).
Ia mengatakan ada 107 juta penduduk Indonesia yang bekerja di sektor pertanian dan dengan kerja bersama maka negara dapat terhindar dari krisis pangan dunia sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Menurut dia, kerja nyata prajurit TNI dalam menyokong sektor pertanian patut mendapatkan apresiasi terlebih skema pemanfaatan lahan tidur yang disulap menjadi lahan produktif ini dinilai mampu membantu menjaga kestabilan nilai inflasi.

Upaya tersebut merupakan bagian dari antisipasi mitigasi dampak El Nino yang terjadi saat ini. Komoditas bawang merah dinilai menjadi salah satu bahan pokok utama selain beras dan cabai yang berpengaruh terhadap laju inflasi.

Baca juga: Mentan pastikan stok pangan aman jelang Idul Adha

Baca juga: Mentan laporkan hal-hal terkait pangan nasional kepada Presiden Jokowi


"Kita patut bangga kepada TNI, suatu kehormatan besar bagi seluruh insan pertanian. Hari ini kami mendengar laporan bahwa dengan modal Rp2,5 miliar mampu meraup pendapatan hingga Rp6 miliar, itu kotor, mungkin Rp1 miliar-Rp2 miliar keuntungannya," katanya.

Amran menyebutkan melalui upaya-upaya seperti ini, Indonesia mampu menjaga inflasi dengan baik. Saat ini inflasi tercatat di angka 2,5 persen saat negara lain seperti Turki mencapai 75 persen bahkan 100 persen di Argentina.

"Ingat, tidak ada pangan, tidak ada negara, tidak ada peradaban. Mati hidup negara ditentukan oleh pangan. Jadi ini sangat vital jika sampai bermasalah. Inflasi terjaga bukan kerja Kementerian Pertanian saja tapi berkat kerja keras seluruh anak bangsa yang bergerak di sektor pertanian. Apalagi didukung Pak Kasad, Kemendagri, Kapolri, kita bergandengan tangan menyelesaikan ini," ucapnya.

Amran juga meminta peran aktif badan urusan logistik untuk mengambil produksi dari lahan tidur ini agar para petani menjadi lebih produktif demi mencapai swasembada komoditas pertanian.

"Yang tidak kalah penting, harus ada off teker pemerintah, dalam hal ini Bulog harus mengambil produksi ini. Jangan jalan sendiri karena petani sederhana kalau untung dia tanam kembali tapi kalau rugi dia tidak menanam kembali. Intinya bangunkan lahan tidur, kalau ada pemuda yang mau bergerak di sektor pertanian kita bangunkan, pemuda yang lagi istirahat kita bangunkan semua," katanya.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meyakini dukungan Menteri Pertanian ini mampu mewujudkan perluasan lahan dengan beragam aktivitas penanaman komoditas utama masyarakat, termasuk lahan urban farming seluas 13 hektare yang kini memasuki masa panen komoditas bawang merah.

"Kalau kami mengerjakan sendiri, hasil kami sangatlah terbatas jadi kami berterima kasih sekali berkat dukungan Pak Menteri sehingga buka lahan kami untuk penanaman-penanaman ini bisa lebih banyak lagi," katanya.

Ia mengaku sinergi prajurit TNI dengan Kementerian Pertanian sejauh ini mampu memperluas cakupan area tanam termasuk mencetak sawah lebih luas hingga meningkatkan produktivitas petani.

"Selanjutnya bagaimana petani yang biasanya cuma panen sekali kita bantu dengan pompanisasi dan optimalisasi lahan agar bisa sampai tiga kali panen. Di sini memang kalau di perkotaan kita giatkan urban farming. Itu kalau dikasih peluang untuk kami kerjakan, saya yakin sangat bermanfaat untuk masyarakat sekitar dan juga nanti hasil produksinya untuk negara," katanya.

Sementara itu, Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin mengaku bawang merah menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi sehingga panen bersama ini diharapkan mampu menekan laju inflasi secara nasional.

"Bekasi seperti Brebes kenapa tidak, kalau memang cocok dan bisa. Tadi Pak Danrem juga menyampaikan bahwa lahan ini bisa dijadikan sentral bawang terbesar tanah air karena mampu panen hingga empat sampai lima kali dalam setahun," kata dia.

Baca juga: Mentan lepas 1.000 mahasiswa ke lokasi penyangga pangan nasional

Baca juga: Mentan: Ketersediaan hewan kurban Idul Adha 2024 surplus 88 ribu ekor

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2024