Beijing (ANTARA) - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan pihak kepolisian masih mengusut insiden penusukan empat dosen asal Amerika Serikat (AS) ketika mengunjungi Taman Beishan di Kota Jilin, Provinsi Jilin.

"Kami mengetahui bahwa pada 10 Juni pagi empat pengajar asing dari Universitas Beihua, kota Jilin, diserang ketika berkeliling Taman Beishan di kota tersebut," kata Lin Jian dalam konferensi pers rutin di Beijing, China pada Selasa (11/6).

Empat dosen dari Cornell College ditusuk oleh seorang pria saat mengunjungi Taman Beishan di Jilin pada Senin (10/11). Keempat dosen itu diketahui sedang mengikuti program kemitraan dengan Universitas Beihua di kota tersebut.

"Semua korban luka dilarikan ke rumah sakit dan mendapat perawatan medis yang tepat. Tak satu pun dari mereka berada dalam kondisi kritis," ungkap Lin Jian.

Lin Jian menyebut berdasarkan pemeriksaan awal polisi, penusukan itu adalah insiden tunggal.

"Dari investigasi awal yang dilakukan polisi menunjukkan bahwa ini adalah insiden tunggal. Investigasi lebih lanjut masih dilakukan," ungkap Lin Jian.

Namun, ia tidak mengungkapkan apakah sudah ada orang yang ditahan atau ditetapkan sebagai tersangka maupun motif penusukan tersebut.

"Ini adalah insiden tunggal, investigasi lebih lanjut masih terus dilakukan. Kita harus menunggu hasil penyelidikan untuk mengetahui hal lebih spesifik," tambah Lin Jian.

Lin Jian juga menyebut China masih dianggap sebagai salah satu negara teraman di dunia.

"Kami telah dan akan terus mengambil langkah-langkah efektif untuk menjaga keamanan semua warga negara asing di China," ungkap Lin Jian.

Insiden itu terjadi ketika Beijing dan Washington berusaha menjaga pertukaran antar masyarakat untuk mencegah memburuknya hubungan bilateral. Terlebih Presiden Xi Jinping mengumumkan rencana untuk mengundang 50.000 anak muda AS dalam lima tahun ke depan.

"Rencana untuk lebih banyak pertukaran antarmasyarakat dan pertukaran budaya antara China dan AS didukung serta disambut masyarakat dari semua lapisan di kedua negara. Kami mengambil langkah-langkah efektif untuk melindungi keselamatan semua warga negara asing di China," tambah Lin Jian.

Insiden tunggal tersebut, menurut Lin Jian, tidak akan mempengaruhi pertukaran antarmasyarakat antara China dan Amerika Serikat.

Cornell College yang berada di negara bagian Iowa, AS, memulai kemitraan dengan Universitas Beihua sejak 2018 dalam bentuk mendatangkan pengajar untuk mengajar ilmu komputer, matematika dan fisika di China.

Sebelumnya beredar video keempat dosen tersebut tergeletak d tanah berlumuran darah namun tetap sadar di media sosial, sayangnya video itu kemudian hilang.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat sudah mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya mengetahui laporan insiden penikaman tersebut dan sedang memantau situasinya.

Serangan di Jilin tersebut terjadi saat China berupaya menarik kembali wisatawan mancanegara setelah tiga tahun pembatasan ketat karena COVID-19.

China diketahui sebagai salah satu negara dengan tingkat kejahatan dengan kekerasan terendah di dunia karena ketatnya kendali atas kepemilikan senjata dan juga pengawasan yang luas.

Namun insiden penusukan di tempat umum bukanlah yang pertama, pada 7 Mei 2024 lalu, dua orang tewas dan 21 orang lain terluka karena serangan menggunakan pisau di satu rumah sakit di Provinsi Yunnan.

Masih di Yunan, pada Agustus 2023, dua orang tewas dan tujuh lainnya terluka setelah seorang pria dengan riwayat penyakit mental menyerang warga dengan pisau.

Sementara pada Juli 2023, enam orang tewas, termasuk tiga orang anak-anak, dan satu orang terluka karena insiden penikaman di sebuah taman kanak-kanak di Provinsi Guangdong sedangkan pada 2022 insiden penusukan juga terjadi di taman kanak-kanak yang menewaskan tiga orang dan melukai enam lainnya di Provinsi Jiangxi.

Baca juga: China rilis jenis kasus kejahatan yang mengancam keamanan nasional
Baca juga: Tingkatkan perlindungan anak, China luncurkan basis data kasus

Baca juga: China pecahkan 391.000 kasus penipuan daring pada 2023

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2024