Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai upaya rehabilitasi dampak bencana erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim), patut menjadi percontohan nasional.

Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa hal tersebut dikarenakan rehabilitasi terhadap fasilitas sosial dan fasilitas umum yang terdampak bencana bisa diselesaikan dengan cepat.

Termasuk pembangunan hunian tetap (huntap) sebanyak 1.951 unit dengan luas lahan 81,55 hektare untuk warga yang rumahnya rusak akibat erupsi juga dapat diselesaikan dalam waktu sekitar empat bulan setelah erupsi Gunung Semeru pada Desember 2021.

Baca juga: BNPB apresiasi Pemkab Lumajang gerak cepat tangani bencana Semeru

Bahkan, menurut dia, pembangunan huntap di Desa Sumbermakmur, Kecamatan Candipuro, Lumajang itu masuk Museum Rekor Indonesia (MURI) karena berhasil memecahkan rekor pembangunan huntap yang penyelesaiannya tercepat.

"Tentu ini menjadi hal baik yang bisa dicontoh untuk daerah lain dalam gerak cepat rehabilitasi pascabencana dan kolaborasi lintas sektornya," kata dia.

Suharyanto mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi adanya kolaborasi dari pemerintah pusat, kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah di Jatim sehingga saat ini kondisi sosial dan ekonomi para korban bencana membaik.

Baca juga: Kepala BNPB pastikan percepatan pembangunan huntara-huntap Semeru

"Hal demikian dibuktikan berdasarkan hasil pendampingan BNPB saat ini ribuan korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang sudah lebih aman setelah direlokasi, dan berhasil mengembangkan usaha hewan ternak sebagai sumber perekonomian keluarga," ujarnya.

Ia mencontohkan para korban tersebut berbekal dana bantuan dari BNPB untuk memelihara kambing dan domba yang semula berjumlah 70 ekor, setelah berhasil dikelola dengan baik saat ini sudah berkembang hingga mencapai 120 ekor lebih. Bahkan mereka mampu mengembangkan kambing ettawa yang bernilai ekonomis karena dapat memproduksi susu yang dapat dikonsumsi.

Baca juga: BNPB berikan bantuan Rp250 juta untuk penanganan bencana di Semeru

"Nantinya segala potret baik dalam hal pendampingan serta pemulihan sosial, ekonomi, dan sumber daya alam agar bisa diadaptasi dan dimodifikasi sesuai dengan kondisi pascabencana di setiap daerah," katanya

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2024