Kami juga telah melakukan komunikasi dengan Kedutaan Besar RI di PnomPenh dan dengan beberapa pelaku usaha beras Kamboja dan negara sekitarnya
Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengatakan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti arahan dan penugasan pemerintah terkait kerja sama ekonomi dan investasi pangan, khususnya perberasan dengan negara Kamboja.

"Pada dasarnya kami siap melaksanakan penugasan tersebut (akuisisi sumber beras dari Kamboja)," kata Bayu dihubungi di Jakarta, Rabu.

Bayu menyampaikan hal tersebut menanggapi pernyataan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan terkait Bulog yang akan melakukan investasi pada perusahaan beras di Kamboja.

"Kami juga telah melakukan komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di PnomPenh dan dengan beberapa pelaku usaha beras di Kamboja dan negara sekitarnya," ujar Bayu.

Bayu menegaskan bahwa Perum Bulog siap menjalankan apa yang telah disampaikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan terkait akuisisi pangan beras dengan Kamboja.

"Sejauh ini Bulog juga sudah melakukan kerja sama perdagangan beras dengan Kamboja baik dengan skema b to b maupun skema g to g di tahun 2023 dan awal 2024," tutur Bayu.

Baca juga: Luhut sebut Bulog bakal akuisisi sumber beras dari Kamboja

Baca juga: Jokowi: Ekspansi Pertamina dan Bulog ke luar negeri demi proses bisnis


Lebih lanjut Bayu mengatakan bahwa pihaknya juga telah melakukan pembicaraan awal dengan perbankan nasional mengenai peluang investasi tersebut sehingga memperkuat stok cadangan pangan.

"Kami juga telah melakukan pembicaraan awal dengan perbankan nasional terkait peluang investasi tersebut," jelas Bayu.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa Perum Bulog akan melakukan akuisisi sumber beras dari Kamboja.

"Bulog juga akan akuisisi beberapa sumber beras di Kamboja. Presiden (Joko Widodo) tadi sudah memerintahkan saya untuk kita tindak lanjuti," kata Luhut di sela menghadiri HUT Ke-52 Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Jakarta, Senin (10/6).

Luhut menyampaikan bahwa akuisisi tersebut dilakukan atas perintah dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Ia menyatakan bahwa dirinya telah mendapat perintah langsung dari Kepala Negara untuk menindaklanjuti proses akuisisi tersebut.

"Dan memang sudah ditindaklanjuti, sekarang tinggal kita melakukan," ucap Luhut.

Meski begitu Luhut tidak menjelaskan secara rinci mengenai akuisisi Perum Bulog di Kamboja tersebut.

Baca juga: Bapanas lanjutkan bantuan beras meski tak genap 12 bulan

Baca juga: Bulog pastikan stok beras hadapi Idul Adha aman capai 1,81 juta ton


Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2024