Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi II DPR Agung Widyantoro mengapresiasi langkah digitalisasi dilakukan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), seperti mengunggah arsip ke media sosial (medsos) Instagram.

"Untuk Arsip Negara, saya tidak akan jemu-jemunya saya mengapresiasi di laman medsos seperti Instagram itu sudah banyak produk-produk yang dimunculkan," katanya dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPR RI bersama ANRI, Lembaga Administrasi Negara (LAN), dan Ombudsman RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.

Menurut dia, langkah tersebut wujud dari upaya mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam mempercepat kegiatan pemerintahan berbasis elektronik.

Meskipun begitu, Agung mengingatkan ANRI agar benar-benar menggunakan produk karya sendiri dalam membagikan arsip-arsip di akun media sosialnya.

Baca juga: ANRI dan SEAPAVAA komitmen selamatkan arsip audiovisual dari kerusakan

Ia menilai sejauh ini masih terdapat sejumlah ornamen pendukung yang bukan merupakan karya ANRI.

"Kalau kemudian hanya, dalam tanda petik, 'comot sana, comot sini' punya netizen, saya rasa itu bukan kinerja ANRI yang sesungguhnya. Misal, ada gambar radio transistor, ada pita kaset, kemudian ada barang-barang model dulu, asahan atau rautan pensil, itu punya netizen. Saya minta ANRI punya produk sendiri," ucap dia.

Agung juga mengingatkan ANRI mengarsipkan sejumlah peristiwa penting di tanah air, di antaranya mengarsipkan peristiwa Pemilu 2024 yang mencakup berbagai jenis pemilihan, mulai dari Pilpres 2024 dan Pileg 2024.

"Peristiwa Pemilu 2024 dengan anggaran terbatas jangan lepas dari liputan ANRI," ujar dia.

Selain mengenai Pemilu 2024, ia juga menyarankan ANRI untuk mengarsipkan kearifan lokal di desa-desa di tanah air.

"Tolong kearifan lokal di tingkat desa ini pun juga ada jejak tapak sejarah yang perlu diarsipkan, entah itu secara perjuangan ataupun produk-produk administrasi tata pemerintahan desa, bagaimana sertifikat saat itu disimpan," ucap dia.

Baca juga: ANRI resmikan Ekshibisi One Stop Service kearsipan nasional
Baca juga: Naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol terpilih sebagai Memory of The World

Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2024