Jakarta (ANTARA) - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly mengatakan pengembangan Kekayaan Intelektual (KI) dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa.
 
Dalam acara Forum Indikasi Geografis Nasional, Temu Bisnis, dan Apresiasi Insan Kekayaan Intelektual 2024 yang digelar di Jakarta, Rabu, ia mengatakan bahwa berbagai kajian dan pengalaman internasional mengkonfirmasi korelasi antara pembangunan ekosistem KI dengan pertumbuhan ekonomi, salah satunya melalui ekonomi kreatif.

“Ekonomi kreatif adalah wujud dari pemanfaatan kekayaan intelektual, di mana dalam beberapa tahun berkontribusi terhadap PDB yang terus meningkat. Pada tahun 2022, ekonomi kreatif memberikan kontribusi sebesar 7,6 persen atau kurang lebih Rp1,280 triliun,” kata dia.
 
Atas hal tersebut, Kemenkumham melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) pun menyatakan komitmennya untuk mengembangkan ekosistem KI agar berselaras dengan visi Indonesia tahun 2045 menuju Indonesia emas.
 
Akan tetapi, lanjutnya, saat ini pembangunan ekosistem Kekayaan Intelektual masih dalam tahap awal. Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan yang hadir dalam acara tersebut untuk saling bersinergi dan berkolaborasi dalam mewujudkan ekosistem KI yang kondusif.
 
“Ekosistem KI adalah sebuah siklus berkelanjutan yang melibatkan sinergi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan yang terdiri dari tiga elemen utama, yaitu kreasi, proteksi, dan utilisasi,” ujarnya.
 
Dalam realisasinya, kata dia, DJKI telah membentuk National Intellectual Property Academy (NIPA) yang dikenal dengan nama Indonesia IP Academy pada 7 Juli 2023. Pembentukan akademi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas berbagai pemangku kepentingan serta menyediakan informasi dalam rangka pemanfaatan KI.
 
Yasonna juga menyoroti Indikasi Geografis (IG) untuk mendukung potensi KI di Indonesia. DJKI pada setiap tahunnya menetapkan tema tematik KI. Adapun tema pada tahun ini ditetapkan sebagai Tahun Indikasi Geografis.

Ia mengatakan, IG memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi wilayah dan juga dapat meningkatkan pendapatan produsen produk daerah asal hingga membuka peluang ekspor yang lebih luas.
 
“Kita berharap tahun 2024 ini menjadi momentum bagi segenap stakeholder, baik dari unsur pemerintah daerah maupun Masyarakat Peduli Indikasi Geografis (MPIG), untuk lebih semangat lagi melakukan pendaftaran potensi IG yang ada di wilayahnya, mempromosikan, serta memberdayakan produk-produk IG,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Min Usihen mengatakan, acara Forum Indikasi Geografis Nasional, Temu Bisnis, dan Apresiasi Insan Kekayaan Intelektual 2024 merupakan puncak peringatan Hari Kekayaan Internasional Sedunia 2024 yang sudah dimulai sejak 26 April 2024.
 
Acara tersebut turut dihadiri oleh Dewan Pengarah BRIN Bambang Kesowo, Wakil Kepala BRIN Laksamana Madya Amarulla Octavian, dan Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf Muhammad Neil El Himam.

Baca juga: Menkumham: Majelis Pengawas wujudkan konsultan KI berkualitas

Baca juga: Menkumham lantik 29 Majelis Pengawas Notaris hingga Konsultan KI

Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Budi Suyanto
Copyright © ANTARA 2024