Scent Store tidak hanya memperkenalkan teknologi baru, tetapi juga ingin bekerja sama meningkatkan kapasitas SDM di Indonesia, khususnya di bidang digital
Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko menerima kedatangan pimpinan perusahaan teknologi asal Jepang, Scent Store, di Jakarta, Rabu, untuk antara lain membahas pengembangan talenta digital di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis KSP, Scent Store menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dalam mencetak talenta-talenta digital.

“Scent Store tidak hanya ingin memperkenalkan teknologi baru, tetapi juga ingin bekerja sama meningkatkan kapasitas SDM di Indonesia, khususnya di bidang digital,” kata Direktur Representatif Scent Store, Alex Tsai.

Scent Store adalah perusahaan yang mengembangkan teknologi untuk mengubah aroma menjadi data digital dan diwujudkan kembali menjadi aroma nyata.

Teknologi ini menggunakan teknik analisis aroma, digitalisasi aroma, penyimpanan data aroma dan sintesis aroma.

Cara kerjanya cukup sederhana, yakni pengguna tinggal mengunduh aplikasi yang menyimpan data aroma, kemudian menghubungkan dengan perangkat diffuser atau penyebar aroma.

Baca juga: Luhut kunjungi Peruri tekankan talenta INA DIGITAL bangun "teamwork"

Baca juga: Menkominfo tekankan pentingnya pemerataan talenta digital


Dalam beberapa detik pengguna bisa mencium aroma yang sama dengan aroma aslinya.

“Inovasi ini luar biasa, kita tidak pernah bayangkan bahwa dari indra penciuman juga bisa disalurkan dalam sebuah data digital,” ujar Moeldoko.

Lebih Lanjut, Moeldoko menyambut baik kerja sama pengembangan talenta digital yang ditawarkan Scent Store. Terlebih, Indonesia sedang mengejar target 9 juta talenta digital pada 2030.

Moeldoko mengatakan saat ini Indonesia baru bisa mencetak 100.000 hingga 200.000 talenta digital per tahun.

Padahal untuk mencapai 9 juta pada 2030, jumlah talenta digital yang harus dicetak sebesar 600.000 orang per tahun.

“Artinya masih ada gap sebesar empat ratus ribu hingga lima ratus ribu per tahun,” ujarnya.

Moeldoko menilai suplai talenta digital di Indonesia perlu ditambah. Untuk itu, pusat pengembangan inovasi talenta digital juga harus lebih masif.

“Kita harapkan kerja sama ini dapat diwujudkan dalam langkah konkret, agar impian Indonesia bisa segera terpenuhi dalam mewujudkan talenta digital, terutama inovasi di bidang wewangian ini,” kata dia.

Baca juga: Wamenkominfo tekankan Indonesia butuh 9 juta talenta digital

Baca juga: Moeldoko sebut Perpres MTN bentuk dukungan terhadap talenta muda


Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2024