Jakarta (ANTARA) - Pengamat hubungan internasional dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Teguh Santosa, menilai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, telah membuktikan bahwa Indonesia bukan objek kepentingan global.

“Airlangga memperlihatkan bahwa Indonesia bukan sekadar objek dari kepentingan global, melainkan pemain yang patut diperhitungkan dalam tata dunia, hari ini dan ke depan,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Hal itu disampaikan Teguh menanggapi pemberian medali kehormatan Airlangga dari Pemerintahan Vladimir Putin di Rusia. Medali itu disematkan diplomat senior Rusia Mikhail Yurievich Galuzin yang pernah menjadi Duta Besar Rusia untuk Indonesia. Airlangga memiliki inisiatif dan peran serta mendorong, meningkatkan, dan memperkuat kerja sama kedua negara itu.

"Medali kehormatan yang diterima Airlangga menjadi penanda sekaligus pengakuan akan arti penting Indonesia di tengah dinamika politik dunia yang terus berkembang," katanya.

Dia mengatakan beberapa waktu belakangan, sikap para politisi senior Indonesia seperti Prabowo Subianto dan Airlangga Hartarto memperlihatkan keengganan Indonesia untuk terus menjadi sekadar pelengkap dalam percaturan politik dan ekonomi dunia.

Teguh mencontohkan ketegasan sikap Prabowo dalam wawancara dengan Aljazeera baru-baru ini, yang menegaskan bahwa Indonesia di masa kepemimpinannya akan menjalin kerja sama dengan semua negara. Prabowo tidak ingin Indonesia dijebak oleh pihak manapun di tengah kompetisi yang sedang terjadi di antara super power.

Sementara, Airlangga juga memperlihatkan ketegasan terhadap Uni Eropa yang sepertinya menggantung Indonesia dalam penyusunan Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Dalam pernyataannya di Berlin, Jerman, awal Mei lalu Airlangga menuntut Uni Eropa memberikan perlakuan yang sama pada Indonesia, dan tidak menggantung Indonesia dalam negosiasi.

“Bila semangat ini dapat diwujudkan dan dipertahankan, Indonesia dengan segala potensi yang ada dapat benar-benar menjadi alternatif power, seperti yang selama ini kita inginkan dan perjuangkan,” katanya.

Baca juga: Airlangga dan Blair bahas pentingnya jaga Indo-Pasifik bebas konflik
Baca juga: Menko Airlangga ajak Korea Selatan tingkatkan investasi teknologi
Baca juga: Menko: Kepercayaan investor masih kuat terhadap ketahanan Indonesia

 

Pewarta: Fauzi
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2024