Saat ini Bappebti baru meregulasi ranah perdagangan aset kripto yang mana hanya salah satu produk hilir dari teknologi blockchain
Jakarta (ANTARA) - PT Utama Aset Digital Indonesia (Bittime) menjalin kerja sama dengan Universitas Pelita Harapan (UPH), Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), komunitas developer BlockDevId dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dalam rangka meningkatkan literasi tentang blockchain kepada generasi muda Indonesia.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti Tirta Karma Senjaya menyampaikan bahwa teknologi blockchain masih luas dan belum digali sepenuhnya, terutama di Indonesia.

“Saat ini Bappebti baru meregulasi ranah perdagangan aset kripto yang mana hanya salah satu produk hilir dari teknologi blockchain,” ujar Tirta sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan kesempatan bagi pemerintah untuk bersama terus mengembangkan adopsi teknologi blockchain, serta pengembangan regulasi terkait Blockchain yang implementatif.

“Pengembangannya ke depan masih banyak, seperti bagaimana menciptakan jangkauan dari teknologi blockchain ini. Jadi bukan hanya terfokus pada perdagangan aset kripto,” ujar Tirta.

Dalam kesempatan sama, CMO Bittime Immanuel Giras Pasopati menyebut teknologi blockchain telah banyak diimplementasikan di berbagai industri.

Baca juga: Bittime jadi crypto exchange terbesar ketiga di Indonesia

Baca juga: Bittime akan rilis 1,5 miliar token Palapa untuk investor pemula


Crypto exchange adalah salah satu bentuk produk end user dari blockchain. Di mana crypto exchange menghubungkan berbagai blockchain project yang memiliki token untuk bisa dinikmati publik,” ujar Giras.

Ia melanjutkan, bahwa crypto exchange juga mengimplementasikan teknologi blockchain melalui token platform, yang mana token platform merupakan salah satu aset kripto yang dikembangkan melalui blockchain untuk digunakan dalam ekosistem platform crypto exchange.

“Bittime mengembangkan token Palapa. Palapa sebagai token platform akan berperan banyak dalam mendukung ekosistem Bittime. Dengan utilitas yang menguntungkan bagi pengguna Bittime yang memiliki token Palapa,” ujar Giras.

Sementara itu, Founder BlockDevId William Sutanto menjelaskan bahwa blockchain merupakan wujud dari sistem basis data, yang terjamin keamanan dan transparansinya.

“Dalam sejarahnya, aset kripto lewat blockchain diciptakan untuk menjawab masalah yang selama ini belum bisa dipecahkan oleh industri Web 2.0. Seperti halnya DeFi, kripto merupakan bentuk penerapan aplikasi blockchain pada industri finansial," ujar William.

Dalam kesempatan ini, Dekan Eksekutif Sekolah Tinggi Bisnis dan Teknologi UPH Gracia Shinta Ugut mengatakan bahwa acara ini merupakan salah satu upaya UPH untuk membawa update terkait apa yang terjadi di industri saat ini.

“Kesempatan ini adalah kesempatan yang jarang sekali terjadi. Ini merupakan upaya kita untuk membawa isu-isu terkini yang berhubungan dengan teknologi blockchain kepada para mahasiswa,” ujar Gracia.

Baca juga: Bittime luncurkan kampanye Airdrop 700 ribu token Palapa pada Mei 2024

Baca juga: Bittime resmi peroleh izin staking aset kripto dari Bappebti

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2024