Dalam banyak kasus yang ditemuinya, tidak sedikit pasien mengalami blefaritis akibat dari lem perekat bulu mata tambahan yang menjadi alergen hingga menimbulkan iritasi bagi penggunanya
Jakarta (ANTARA) -
Dokter spesialis mata Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung Elfa Ali Idrus mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan penggunaan make-up guna mencegah terkena kondisi blefaritis atau peradangan pada tepi kelopak mata.
 
“Blefaritis itu salah satu infeksi yang mengenai pinggir kelopak mata. Penyebabnya banyak sekali, salah satunya ialah penggunaan make-up yang kebersihannya kurang dijaga, seperti tidak membersihkan make-up area mata, mulai dari eye shadow, eyeliner, maskara bulu mata tambahan hingga penggunaan lensa kontak dengan tepat dan menyeluruh,” ujar Elfa dalam gelar wicara daring yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan di Jakarta pada Rabu.

Baca juga: Kurang bersih saat hapus riasan mata dapat sebabkan penyakit hordeolum
 
Ia menuturkan, kebersihan penggunaan make-up tersebut meliputi penggunaan aplikator kuas maupun busa yang bersih, penggunaan make-up sebelum tanggal kadaluarsa serta penghapusan make-up yang benar dan menyeluruh dari area muka.
 
Secara khusus, ia menekankan dalam banyak kasus yang ditemuinya, tidak sedikit pasien mengalami blefaritis akibat dari lem perekat bulu mata tambahan yang menjadi alergen hingga menimbulkan iritasi bagi penggunanya.
 
Kondisi tersebut menjadi semakin parah bila pengguna tidak betul-betul membersihkan sisa-sisa lem dari bulu mata asli. Kotoran dan debu yang berada pada akar bulu mata akan menempel secara permanen akibat sisa lem bulu mata tambahan sehingga menciptakan iritasi dan peradangan.

Baca juga: Dokter: Penglihatan pasien glukoma seperti melihat dari celah pintu
 
Dalam kondisi yang sangat parah, bulu mata asli pasien blefaritis dapat menjadi tempat tinggal tungau demodex hingga menyebabkan sakit dan perasaan tidak nyaman berkepanjangan di area mata.
 
Ia menyebutkan beberapa ciri kondisi blefaritis, diantaranya timbul kemerahan di kelopak mata, rasa gatal berkelanjutan disertai rasa terbakar, bagian dalam mata memerah, mata berair, kerak belek di kelopak dan bulu mata, hingga terasa berpasir.
 
“Jadi pertama ada kemerahan ya disertai kok ngerasa gatal terus ada rasa berpasir sampai ada yang kayak rasa terbakar. Apalagi kalau misalnya infeksinya dari pinggir kelopak menyeberang ke bola mata, bagian dalam mata juga merah,” jelasnya.
 
Oleh karena itu, ia mengingatkan para pengguna make-up untuk tidak lupa membersihkan secara tuntas dan menyeluruh area muka sebelum tidur di malam hari.

Baca juga: Dokter: Edukasi penting untuk cegah kebutaan akibat glaukoma

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2024