Jakarta (ANTARA) -
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memasang instalasi pengolahan air bersih di empat kecamatan di Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan guna membantu ketersediaan air bersih sekaligus pencegahan penularan penyakit kusta.

Dalam rilis yang disiarkan oleh Kementerian Sosial di Jakarta pada Rabu malam, pihaknya menjelaskan ketersediaan air bersih menjadi salah satu faktor yang dapat memutus rantai penularan bakteri penyebab kusta.

"Jadi kami berikan bantuan termasuk air bersih, supaya tidak menggunakan air yang tidak bersih lagi sehingga tidak terjadi penularan ke yang lain," jelas Risma.
 
Ia menuturkan Kementerian Sosial memasang instalasi pengolah air bersih yang tersebar di empat kecamatan yaitu Kecamatan Alalak, Kecamatan Barambai, Kecamatan Bakumpai, dan Kecamatan Tabukan dalam rangka Bakti Sosial di Kabupaten Barito Kuala.

Risma menyebutkan pihaknya telah memasang instalasi pengolahan air bersih dengan total kapasitas 5.500 liter air menggunakan 4 tandon untuk mengolah air sungai menjadi air bersih.
 
Instalasi tersebut mampu mengolah 1 liter air per detik dengan total produksi air layak konsumsi 6.000 liter per hari. Menurut perhitungannya, air sebanyak itu akan cukup untuk memenuhi kebutuhan 200 keluarga. Instalasi air bersih tersebut juga turut melengkapi integrasi bantuan Rumah Sejahtera Terpadu (RST) yang dibangun Kemensos.  
Pada kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan terobosan idenya untuk menyempurnakan instalasi pengolahan air bersih menjadi alat dekontaminasi bakteri penyebab kusta.

"Saya sedang memikirkan bagaimana caranya supaya bakteri penyebab kusta bisa dimatikan melalui proses pengolahan instalasi air bersih ini," tambah Risma.
 
Sebagai informasi, Barito Kuala adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan dengan karakteristik kewilayahan sebagian besar desa-desanya berada di daerah rawa/gambut.
 
Untuk memenuhi kebutuhan mandi cuci kakus (MCK), konsumsi air diambil dari sungai-sungai kecil yang memiliki kualitas air kurang bagus sehingga tidak layak dikonsumsi.
 
Masyarakat setempat biasa menggunakan air PDAM untuk dikonsumsi, namun sayangnya belum semua wilayah terjamah instalasi PDAM sehingga masyarakat terpaksa harus membeli air dengan harga yang tidak murah.
 
Baca juga: Mensos gunakan sepeda motor tinjau penyaluran RST di Batola Kalsel  
 

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2024