kita sudah menggunakan veco, alat ini menyedot dulu mengeluarkan katarak
Batola, Kalsel (ANTARA) - Menteri Sosial (Mensos) RI Tri Rismaharini membantu 320 warga pra sejahtera menjalani operasi katarak secara gratis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Abdul Aziz Marabahan, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan.

Risma didampingi Penjabat Bupati Batola Mujiyat meninjau langsung program bantuan operasi katarak di RSUD H. Abdul Aziz Marabahan, Kabupaten Batola, Rabu.

Kemensos RI menggandeng Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia dan Himpunan Bersatu Teguh Serta Erha Klinik guna melaksanakan bantuan operasi katarak gratis bagi warga Kabupaten Batola.

Kedua organisasi tersebut mengerahkan 10 orang dokter spesialis mata terdiri dari enam orang dari Jakarta, tiga orang dari Banjarmasin dan satu orang dari Marabahan Kabupaten Batola.

Para dokter tersebut menangani pasien penderita katarak menggunakan alat canggih dengan cara menyedot sehingga lebih cepat dan tidak menyebabkan luka.

Baca juga: Polda Sultra adakan operasi katarak dan sunatan massal gratis
Baca juga: BCA dan Perdami gelar operasi katarak untuk 198 pasien


Mensos Risma menyampaikan jumlah peserta operasi katarak mencapai 320 orang, namun 60 pasien di antaranya menderita "Pterygium" atau tumbuh selaput pada permukaan bola mata.

“Jumlah pasien 320 orang, namun jumlah mata yang ditangani bisa lebih karena dioperasi dua kali akibat tidak bisa melihat dua-duanya,” tutur Risma.

Lebih lanjut, mantan Wali Kota Surabaya itu menjelaskan terdapat penderita katarak yang masih anak-anak, sehingga petugas diminta menjemput pasien tersebut untuk dilakukan pemeriksaan lebih dini.

“Jadi yang muda tadi sudah kita pelajari ada penyakit Pterygium, itu bukan katarak, tapi ada yang katarak kita jemput anak-anaknya karena biasanya keturunan, kalau Pterygium biasanya karena iritasi waktu kena matahari, debu dan sebagainya,” ucap Risma.

Perwakilan Himpunan Bersatu Teguh dan Erha Klinik dr. Andreas Wahju Pudji Nugroho menyampaikan pelaksanaan operasi katarak menggunakan alat lebih cepat dan tidak meninggalkan luka.

“Dulu namanya ECCE (Operasi Katarak Konvensional) kita mengeluarkan katarak seperti ini, bentuknya kaya batu cincin, ini dulu alatnya kita gunakan, sekarang kita sudah menggunakan veco, alat ini menyedot dulu mengeluarkan katarak,” ungkap Andreas.

Baca juga: Operasi katarak gratis, Nenek Siti senang bisa kembali jahit baju cucu
Baca juga: Freeport Indonesia gelar operasi katarak gratis sambut HUT ke-57


Sementara itu, Penjabat Bupati Barito Kuala Mujiyat mengapresiasi kehadiran Mensos Risma yang membuat masyarakat antusias.

“Ternyata secara spontan, Ibu Menteri memberikan bantuan ternak itik, ayam dan direncanakan bantuan traktor di Desa Sungai Pitung dan Barambai, tentunya ini sangat menggairahkan masyarakat di Kabupaten Barito Kuala," tutur Mujiyat

Mensos mengunjungi Kabupaten Barito Kuala selama dua hari pada Selasa-Rabu (11-12 Juni 2024).

Risma juga sempat menyerahkan bantuan berupa paket kebutuhan bahan pokok, kursi roda, tongkat kaki, walker, tripod, alat bantu dengar dan kaca pembesar kepada 250 orang penerima manfaat.

Selain itu, Mensos pun memberikan fisioterapi kepada anak berkebutuhan khusus dengan menghadirkan 20 orang terapis dari seluruh Indonesia yang di Balai Kantor Bupati Barito Kuala.

Baca juga: Penyebab katarak pada seseorang berusia di bawah 20 tahun
Baca juga: RSUD Tamansari terima pendaftaran 33 orang operasi katarak gratis
Baca juga: PMI fasilitasi warga Gunung Mas operasi katarak gratis

Pewarta: Taufik Ridwan/Latif Thohir
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2024