Jakarta (ANTARA) - Terdapat sejumlah pemberitaan yang menarik perhatian pembaca pada Selasa lalu (12/6) termasuk pendapat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf terkait klaim salam semua agama adalah ibadah.

Ada juga pemberitaan mengenai pemerintah bekerja sama dengan swasta penuhi target 9 juta talenta digital, lama cuti ayah yang dapa disesuaikan, sejarah Hari Menentang Pekerja Anak serta Gunung Ibu yang kembali meletus.

Berikut beberapa berita humaniora kemarin yang masih menarik disimak pembaca pada hari ini:

1. Ketum PBNU: Klaim salam semua agama merupakan ibadah tidak tepat

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengatakan klaim yang menyatakan semua ucapan salam di agama apapun merupakan ibadah merupakan hal tidak tepat. Penggunaan salam dalam pidato atau pertemuan tidak selalu bermakna ibadah, katanya, melainkan bisa menjadi tanda kerukunan antarumat beragama.

 

2. KSP buka kerja sama swasta penuhi 9 juta talenta digital hingga 2030

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan terdapat peluang kerja sama inovasi dengan berbagai perusahaan digital swasta demi mengejar target 9 juta talenta digital pada 2030, mengingat perlu mencetak rata-rata 600.000 talenta digital per tahun untuk mencapai target pada 2030.

 

3. Panja RUU KIA: Lama cuti ayah dapat disesuaikan dengan kebutuhan

Ketua Panja Pemerintah untuk RUU KIA Lenny N Rosalin mengatakan bahwa lama cuti ayah dapat disesuaikan dengan kebutuhan dari ketentuan dua hari yang tertuang dalam UU KIA. Termasuk mempertimbangkan kondisi ibu dan bayi yang baru lahir.

 

4. Sejarah Hari Menentang Pekerja Anak, demi lindungi masa depan anak

Memperingati Hari Menentang Pekerja Anak yang dilakukan setiap 12 Juni di seluruh dunia, mari simak latar belakang ditetapkannya hari peringatan yang mendorong diakhirinya eksploitasi pekerja anak.

 

5. Gunung Ibu meletus hasilkan awan abu setinggi empat kilometer

Gunung Ibu yang berada di barat laut Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara, meletus dengan amplitudo maksimum 28 milimeter menghasilkan awan abu setinggi empat kilometer. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan hasil pemantauan visual dan instrumental Gunung Ibu memperlihatkan aktivitas vulkanik yang masih tinggi.

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2024