Sejak merdeka hingga saat ini Indonesia menjadi mitra terpenting Australia.
Padang (ANTARA) - Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia Penny Williams mengatakan jenjang pendidikan di tingkat sekolah menengah atas (SMA) selama setahun di Jakarta turut membantu perjalanan karier hingga persahabatannya dengan masyarakat Indonesia.

"Perjalanan saya menjadi duta besar untuk Indonesia dibentuk oleh pengalaman pendidikan serta pertukaran pelajar ke Indonesia," kata Dubes Australia untuk Indonesia Penny Williams di Padang, Sumatera Barat, Kamis.

Hal tersebut disampaikan Dubes Penny Williams pada peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Australia yang diselenggarakan di Universitas Negeri Padang.

Penny menceritakan sempat mengenyam pendidikan tingkat SMA selama setahun di Jakarta, dan tinggal bersama warga asli Indonesia. Pengalaman itu menjadi sesuatu yang berharga dan berpengaruh besar pada perjalanan kariernya.

Secara umum hubungan Indonesia dengan Australia sudah terjalin sejak sebelum Indonesia merdeka. Bahkan, negara berjuluk "Benua Pulau" itu termasuk salah satu negara paling awal yang mendukung kemerdekaan RI.

"Pada saat itu, Australia mewakili Indonesia dalam perundingan PBB untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia," ucap Dubes Penny.

Tidak hanya itu, di Australia sejumlah pekerja di dermaga Australia turun ke jalan dengan menyerukan boikot terhadap kapal Belanda yang sedang bersandar di pelabuhan negara itu.

"Sejak merdeka hingga saat ini Indonesia menjadi mitra terpenting Australia," ujar dia.

Apalagi, lanjut dia, secara geografis kedua negara juga berdekatan sehingga butuh kolaborasi dan kerja sama untuk menghadapi berbagai potensi tantangan pada masa depan.

Melalui peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara, Penny terus mengajak masyarakat Indonesia maupun Australia meningkatkan hubungan baik yang sudah terbangun.

Baca juga: Kedubes Australia luncurkan kemitraan pembangunan pendidikan dasar RI
Baca juga: UNS gandeng Pemerintah Australia garap pertukaran budaya & pendidikan

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: D.Dj. Kliwantoro
Copyright © ANTARA 2024