Lubuk Basung,- (ANTARA) -
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyalurkan zakat dan infak sebesar Rp100,8 juta kepada 168 pelajar yang terdampak banjir lahar dingin Gunung Merapi yang terjadi beberapa waktu lalu.
 
Ketua Baznas Agam Isman Imran di Lubuk Basung, Kamis, mengatakan, pelajar yang menerima zakat dan infak tersebar di Kecamatan Canduang, Sungai Pua, Ampek Koto dan Ampek Angkek.
 
"Zakat dan infak ini disalurkan kepada pelajar tingkat TK sebanyak 42 orang, SD 117 orang dan SLTP sembilan orang," katanya.
 
Ia mengatakan zakat dan infak disalurkan dalam bentuk paket berupa tas, sepatu, payung dan uang tunai Rp250 ribu per orangnya.
 
Satu paket bantuan bernilai Rp600 ribu per orang. Bantuan tersebut langsung diserahkan Bupati Agam Andri Warman dan Ketua LKKS Agam Ny Yenni Andri Warman.
 
"Zakat, infak dan sedekah dihimpun dari masyarakat baik berada di kampung maupun perantauan untuk membantu anak-anak kita terdampak bencana," sebutnya.
 
Pada kesempatan itu Bupati Agam juga menyerahkan infak tahap lima dari masyarakat sebesar Rp50 juta kepada Baznas Agam untuk membasuh luka Palestina.
 
Saat ini Baznas Agam telah menghimpun dan mendistribusikan infak Rp800 juta untuk membasuh luka Palestina. Bahkan menjadi jumlah terbesar dibanding kabupaten dan kota lain di Sumatera Barat.
 
Bupati Agam Andri Warman mengatakan zakat dan infak itu bukti kepedulian Pemkab Agam dan Baznas kepada pelajar terdampak bencana beberapa waktu lalu.
 
"Bencana yang melanda tidak sedikit rumah rusak, sehingga perlengkapan sekolah anak-anak juga ikut hancur,” katanya.
 
Untuk itu, Pemkab Agam bersama Baznas setempat berkomitmen memberikan perhatian, supaya pendidikan mereka tidak terhenti dari dampak bencana yang terjadi.
 
"Semoga zakat dan infak ini bermanfaat bagi anak-anak untuk kelangsungan pendidikan mereka," katanya.

Baca juga: Pemkab Agam relokasi 114 rumah korban banjir lahar Gunung Marapi

Baca juga: Agam tetapkan masa transisi pascabencana banjir lahar Gunung Marapi

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2024