Chanthaburi (ANTARA) - Di sebuah kebun durian di Provinsi Chanthaburi, Thailand, seorang pemilik kebun Thailand dan seorang pemengaruh (influencer) media sosial China mempromosikan durian kepada warganet China melalui platform e-commerce siaran langsung daring (livestreaming) Tmall.

Provinsi Chanthaburi, yang terletak sekitar 250 kilometer dari Bangkok, ibu kota Thailand, merupakan daerah penanaman durian yang penting di Thailand bagian timur.

Kosai, seorang pemilik kebun berusia 32 tahun, mengambil alih perkebunan durian milik orang tuanya lima tahun yang lalu dan kini perkebunan itu telah memiliki lebih dari 400 pohon durian.

"Ini adalah durian Monthong Thailand yang dagingnya lembut dan rasanya manis. Warganet China, Anda harus membeli dan mencicipinya," kata Kosai.
 
 Pada tanggal 24 Mei 2024, di kebun durian yang terletak di provinsi Chanthaburi, Thailand, Klos Hirunburana (kanan), ketua Asosiasi Komersial untuk Keberlanjutan Pertanian di Thailand, bersama dengan pembawa acara siaran langsung kuliner Tmall, memperkenalkan durian Thailand ke Tiongkok warganet. (ANTARA/Xinhua/Sun Weitong)


Yang membuat Kosai bangga adalah bahwa kebun miliknya merupakan kebun pintar yang dibangun oleh Asosiasi Komersial untuk Keberlanjutan Pertanian (Commercial Association for Sustainability of Agriculture/CASA) di Thailand bersama Pusat Kerja Sama Ekonomi Luar Negeri (Foreign Economic Cooperation Center/FECC) di bawah Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan China.   

Dengan melakukan livestreaming, biaya perantara dapat dipotong serta menghemat biaya, dan durian dapat dijual kepada konsumen China dengan lebih mudah, kata Kosai. Melakukan siaran langsung daring di kebun-kebun Thailand dan memajang durian di tempat dapat membuat pelanggan lebih yakin akan kualitas durian, imbuhnya.

Internet of Things (IoT) yang dipasang oleh pihak China di kebun milik Kosai, seperti pemantauan meteorologi, ketinggian air, dan kelembapan tanah, dapat memberikan dukungan data untuk penanaman durian secara ilmiah dan peningkatan kualitas buah.

"Perangkat IoT pertanian cerdas ini dapat memberikan layanan meteorologi yang lebih baik bagi kami dan kami dapat menentukan waktu penyemprotan dan pemeliharaan berdasarkan data. Pada saat yang sama, kami juga dapat memantau kadar kelembapan tanah untuk melihat apakah tanah tersebut cocok untuk pertumbuhan durian, yang sangat meningkatkan pengelolaan kebun secara ilmiah," jelas Kosai.

Lebih lanjut Kosai menambahkan bahwa melalui pemantauan, mereka mengetahui bahwa cuaca tahun ini panas dan tanahnya kering, yang tidak hanya membantu mereka memahami situasi penyiraman kebun, tetapi juga membantu mereka memperhitungkan jumlah air yang dibutuhkan untuk seluruh siklus pertumbuhan durian.

Pada 2023, FECC meluncurkan Program Percontohan Pengembangan Terpadu Perkebunan Pintar di Thailand dan membangun kebun pintar percontohan di Thailand.

"Kami memilih durian sebagai produk percontohan karena potensinya yang tinggi dan ekspornya yang besar ke China, dalam rangka mempromosikan pengembangan digital budi daya perkebunan buah, rantai industri dan pemasaran, meningkatkan kualitas produk pertanian dan manfaat output, serta meningkatkan kerja sama perdagangan produk pertanian antara China dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN)," kata Wakil Direktur FECC Zhang Bin.

Untuk mengeksplorasi pasar China, FECC juga bekerja sama dengan platform e-commerce China guna mengembangkan saluran penjualan daring dan mengadakan kegiatan siaran langsung daring (livestreaming).
 
Kosai, seorang pemilik kebun Thailand, menerima wawancara dengan Xinhua di kebun durian yang terletak di provinsi Chanthaburi, Thailand pada 24 Mei 2024. (ANTARA/Xinhua/Sun Weitong)

 
Dengan melakukan livestreaming, biaya perantara dapat dipotong serta menghemat biaya, dan durian dapat dijual kepada konsumen China dengan lebih mudah, kata Kosai. Melakukan siaran langsung daring di kebun-kebun Thailand dan memajang durian di tempat dapat membuat pelanggan lebih yakin akan kualitas durian, imbuhnya

Thailand merupakan salah satu penghasil dan pengekspor utama durian di dunia, dengan setiap tahunnya mengekspor durian dalam jumlah besar ke China.

"Durian merupakan salah satu buah yang paling populer di China. Permintaan konsumen China sangat kuat dan potensi pasarnya sangat besar," ujar Ketua CASA Thailand Klos Hirunburana, menambahkan bahwa asosiasi mereka memiliki lebih dari 400 anggota. Melalui kerja sama dengan mitra-mitra di China, CASA dapat meningkatkan penerapan digitalisasi di kebun-kebun buah, melakukan pengawasan dan pelacakan seluruh proses mulai dari penanaman hingga penjualan, untuk memastikan kualitas durian dari sumbernya, jelas Klos.

"Dengan China sebagai pasar ekspor terpenting kami, kami dapat meningkatkan kualitas durian kami melalui pemberdayaan dan kerja sama digital. Semoga konsumen China akan terus menyukai durian Thailand," tutur Klos. Selesai


 

Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2024