Kekuatan terapis itu sangat bagus untuk memulihkan kesehatan dan mungkin mengubah jalan hidup seseorang
Jakarta (ANTARA) -
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memberikan perhatian khusus kepada penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), pengidap kusta, penyandang disabilitas fisik, dan anak berkebutuhan khusus dengan menggelar bakti sosial di Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan.
 
Dalam rilis yang disiarkan oleh Kementerian Sosial di Jakarta pada Kamis, dijelaskan, kegiatan bakti sosial itu melibatkan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang terdiri atas  dokter umum, dokter spesialis kulit dan kelamin, dokter spesialis kejiwaan, terapis, pekerja sosial, perawat, audiometri, hingga psikolog.
 
"Selain kami memberikan alat bantu, sebetulnya disabilitas fisik itu yang paling penting adalah terapi. Karena itu kami datangkan seluruh terapis Kementerian Sosial di seluruh Indonesia ke sini,” kata Risma.
 
Ia menceritakan, Kementerian Sosial telah pernah menangani penyandang disabilitas yang selama 28 tahun duduk di kursi roda hingga kembali sembuh dan berjalan kembali usai menjalani terapi.
 
Selain itu, Risma juga membagikan pengalaman penyandang disabilitas yang sudah delapan  tahun dan bahkan 19 tahun duduk di kursi roda, setelah menjalani terapi bisa berjalan kembali.
 
“Jadi, kekuatan terapis itu sangat bagus untuk memulihkan kesehatan dan mungkin mengubah jalan hidup seseorang,” tegasnya.
 
Pada bakti sosial tersebut, Risma juga menyerahkan bantuan berupa alat bantu dengar, gelang tuna rungu wicara (gruwi), kaca pembesar, kaki palsu, kruk, kursi roda, kursi roda anak, kursi roda cerebral palsy, kursi roda elektrik, dan kursi roda standar.
 
Pihaknya juga memberikan sepatu khusus untuk mengembalikan fungsi tulang (AFO), TPA, tongkat kaki tiga, tongkat kaki empat, tongkat netra biasa, 300 paket sembako, paket nutrisi, alat kebersihan diri, sandang bersih, 100 paket mainan anak, serta 100 paket makanan anak.
 
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan masyarakat agar membiasakan minum air yang dimasak guna menjaga kesehatan.
 
“Meminum air yang tidak dimasak, risikonya sangat besar bagi kesehatan. Jika meminum air yang tidak dimasak, maka bakteri E Coli yang ada di dalam air bisa masuk ke dalam tubuh kita dan menimbulkan berbagai penyakit,” ujarnya.

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: M. Tohamaksun
Copyright © ANTARA 2024