Bali dan Nusa Tenggara potensinya besar sehingga kita perlu mendukung pertumbuhan wirausahanya, apalagi di Bali menjadi tempat masuknya turis internasional, ini potensi yang harus dimanfaatkan
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koperasi dan UKM berharap program Entrepreneur Hub, medium untuk membangun ekosistem wirausaha Indonesia, dapat menciptakan lapangan kerja baru yang kreatif dan inovatif serta berkualitas.

Kemenkop UKM kembali menggelar Entrepreneur Hub gelombang ketiga di Bali dan Nusa Tenggara, yang fokus pada bidang usaha mode, akuakultur, agrikultur, dan teknologi.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kemenkop UKM Siti Azizah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa program ini diharapkan tidak hanya dapat membuka lapangan pekerjaan baru, tetapi juga mempercepat pencapaian target rasio kewirausahaan di Indonesia sebesar 3,95 persen pada 2024.

Siti mengatakan potensi usaha di Bali dan Nusa Tenggara sangat besar untuk ditingkatkan dan dikembangkan khususnya terkait dengan produk mode, akuakultur, agrikultur dan teknologi.

Dengan tingkat kunjungan wisatawan mancanegara yang besar di wilayah ini menjadikan peluang untuk dapat memasarkan produk-produknya hingga ke pasar global.

"Bali dan Nusa Tenggara potensinya besar sehingga kita perlu mendukung pertumbuhan wirausahanya, apalagi di Bali menjadi tempat masuknya turis internasional, ini potensi yang harus dimanfaatkan," katanya.

Program Entrepreneur Hub 2024 yang diikuti oleh 170 wirausaha muda ini, lanjut Siti, juga diharapkan dapat berkontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi, sumber penerimaan negara, dan penciptaan lapangan khususnya di Bali dan Nusa Tenggara.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UKM kota Denpasar I Dewa Made Agung mengapresiasi Kemenkop UKM yang aktif menggelar berbagai program pendampingan dan pelatihan bagi wirausaha di Bali.

Kegiatan ini dinilai sangat membantu bagi upaya pengembangan kewirausahaan di wilayahnya sekaligus meningkatkan kapasitas diri dan usaha.

Menurut dia, sejak 2009, Pemerintah Daerah Bali telah melaksanakan berbagai program kewirausahaan, salah satunya dengan mewadahi anak-anak muda untuk berkreasi dan inovasi melalui program Wirausaha Muda (WMD). Melalui wadah WMD ini wirausaha muda didampingi secara berkala dalam menjalankan aktivitas bisnisnya.

"Kami melatih mereka dengan menggandeng berbagai pihak dan sekarang sudah ada inkubator bisnis. Kami yakin dengan pertemuan seperti ini nanti akan banyak manfaatnya bagi pelaku usaha," kata Made.

Sementara itu, terkait dengan permasalahan pendanaan yang kerap dihadapi oleh pelaku usaha, CEO FundEx Securities Crowdfunding Platform Didi Diarsa mengatakan bahwa saat ini pelaku UMKM atau startup kian dimudahkan dalam mencari dukungan pembiayaan, yaitu melalui securities crowdfunding.

Namun, meski dipermudah dia berharap pelaku UMKM atau startup tetap selektif dalam menjalin kemitraan karena masih banyak platform securities crowdfunding yang sudah beroperasi namun belum memenuhi aspek legalitas sehingga banyak merugikan para pelaku usaha.

"Dalam mencari pendanaan melalui securities crowdfunding harus yang sudah ada izin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan), kalau tidak ada izin jangan sekali-kali melakukan transaksi sebab ini terkait dengan kepercayaan dan juga jaminan keamanan usaha," kata Didi.

Entrepeneur Hub kali ini juga menghadirkan kesempatan berjejaring dan rangkaian sesi lokakarya, yang diisi oleh pemateri dari para pakar dan praktisi dengan tema yang berbeda-beda mulai dari isu pendanaan, strategi pemasaran, dan pengembangan usaha hingga upaya menembus pasar ekspor.

Baca juga: KemenKopUKM tumbuhkan ekosistem kewirausahaan mahasiswa
Baca juga: Menkop UKM: Entrepreneur Hub wadah cari ide bisnis dari kampus
Baca juga: Kemenkop UKM gelar Entrepreneur Hub untuk fesyen dan agribisnis

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2024