Jakarta (ANTARA) - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) meraih penghargaan Special Award dalam ajang Bisnis Indonesia Award (BIA) 2024 yang digelar di Jakarta, Kamis.

PNM menerima “The Most Outstanding Microfinance Programs To Empowering Women And Community Development“ dalam ajang BIA 2024. Direktur Bisnis PNM Prasetya Sayekti pun turut mengapresiasi penyelenggaraan BIA 2024.  

“Tentu kami sangat mengapresiasi dengan penyelenggaraan khususnya dari Bisnis Indonesia, bagaimanapun juga ini merupakan apresiasi menambah motivasi kami, bahwa apa yang kami lakukan ini diharapkan memberikan dampak yang signifikan,” ujar Prasetya.

Prasetya menyebut bahwa PNM memiliki tugas pemberdayaan khususnya kepada ibu-ibu prasejahtera. Menurutnya, pemberdayaan yang dilakukan PNM ada beberapa tingkat, dimulai dengan pemberdayaan dasar di mana dilakukan saat pertemuan kelompok mingguan dengan memberikan literasi dasar yang sifatnya basic, sehingga dapat diikuti oleh semua nasabah yang hadir.

“Kemudian ada literasi lanjutan, di mana pemberdayaan yang kami lakukan dengan skala yang lebih besar dan materi-materi lanjutan. Dalam pemberdayaan ini tidak lepas juga membekali dengan edukasi digital,” lanjutnya.

Dengan edukasi lanjutan dan digital, Prasetya berharap nasabah bisa meningkatkan kapasitasnya termasuk berkemampuan untuk memperluas pasar. Pada 2024, PNM memiliki target penyaluran sebanyak Rp74 triliun. Pihaknya pun optimistis target tersebut dapat dicapai, terlebih saat ini sudah ada 863 ribu kelompok.

Perseroan mencatatkan laba sebanyak Rp1,64 triliun per 31 Desember 2023. Laba yang diperoleh PNM dan entitas anak meningkat 66,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni Rp992 miliar. Dikutip dari laporan keuangan perseroan yang tayang pada Kamis (28/3), laba tersebut meningkat karena didorong oleh pendapatan bunga dan syariah (bersih) senilai Rp12,3 triliun, meningkat 20,7 persen yoy apabila dibandingkan per 31 Desember 2022 yakni Rp10,2 triliun. 

Sementara beban usaha perseroan meningkat sebesar 14,18 persen yoy menjadi Rp10,6 triliun per 31 Desember 2023. Pada periode yang sama tahun di sebelumnya, beban usaha perseroan mencapai Rp9,3 triliun. Dari sisi ekuitas, perseroan mencatatkan modal senilai Rp9,06 triliun atau naik 22 persen yoy dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp7,4 triliun pada 2022.  

Sementara total liabilitas yang ditanggung oleh perseroan mencapai Rp41,9 triliun, tumbuh 6,53 persen yoy apabila dibandingkan per 31 Desember 2022 yakni Rp39,4 triliun. PNM mencatatkan total aset senilai Rp51,04 triliun per 31 Desember 2023.
Angka tersebut meningkat 8,9 persen yoy apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni Rp46,8 triliun. Dari sisi jumlah penyaluran pembiayaan, PNM telah menyalurkan sebesar Rp71,2 triliun per 31 Desember 2023. Sementara untuk jumlah pembiayaan aktif sebanyak 15,1 juta nasabah. 

PNM merupakan lembaga pembiayaan dan pendampingan perempuan prasejahtera di Indonesia melalui sektor usaha ultra mikro. PNM tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi juga berbagai pelatihan guna meningkatkan kualitas produk. Hingga kini sudah ada 15,2 juta nasabah PNM di seluruh Indonesia.

Sebagai informasi, Bisnis Indonesia Award (BIA) merupakan acara tahunan yang digelar Bisnis Indonesia. Tahun ini, BIA mengusung tema “Agility in Uncertainty”. Dalam gelaran tersebut, penghargaan diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang berkinerja terbaik berdasarkan penilaian dewan juri di antaranya Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017–2022 Wimboh Santoso, Wakil Menteri Keuangan RI periode 2014–2019 Mardiasmo, Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Ekonomi (KSSK) 2008–2009 Raden Pardede, Menteri Komunikasi dan Informatika RI periode 2014–2019 Rudiantara, serta Presiden Direktur PT Jurnalindo Aksara Grafika (JAG) Lulu Terianto.

Terdapat dua kategori yang menerima penghargaan, yakni industri non-bank dan bank. Pada kategori non-bank terdapat sejumlah sektor yang menerima penghargaan, seperti konstruksi bangunan, perdagangan ritel, hingga jasa telekomunikasi. Adapun, pada kategori bank, penghargaan diberikan kepada bank swasta nasional, bank syariah, dan bank persero.

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2024