Banyak masukan yang kami dapatkan, karena kami ada daftar pertanyaan secara tertulis juga. Ini akan jadi bahasan kami di Komisi X DPR
Kota Bogor (ANTARA) - Komisi X DPR RI melakukan kunjungan kerja (kunker) spesifik ke Kota Bogor, Jawa Barat (Jabar), dalam rangka melakukan pembahasan terhadap permasalahan dunia pendidikan di wilayah tersebut. 

Anggota Komisi X DPR RI Djohar Arifin Husin di Balai Kota Bogor, Jumat, mengatakan Komisi X DPR RI ingin mencari tahu masalah pendidikan apa saja yang terjadi di wilayah tersebut serta membantu mencari jalan keluarnya.

“Banyak masukan yang kami dapatkan, karena kami ada daftar pertanyaan secara tertulis juga. Ini akan jadi bahasan kami di Komisi X DPR,” kata Djohar.

Ia menyebutkan permasalahan pada dunia pendidikan yang terjadi di Kota Bogor ialah guru, sarana prasarana, hingga kekurangan gedung sekolah.

Baca juga: Wali Kota Bogor sosialisasikan layanan pengaduan pungli di sekolah

“Kota Bogor sendiri kekurangan bangunan fisik sekolah dan kami akan bahas lebih lanjut,” ucapnya.

Kurangnya bangunan fisik sekolah ini menjadi sumber permasalahan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Bogor setiap tahun karena sebarannya tak merata. Oleh karena itu Djohar akan membahas permasalahan ini secara nasional untuk memutuskan apa saja yang dibutuhkan demi pendidikan ke depan.

Menurutnya, saat ini Komisi X DPR RI telah memegang data lengkap mengenai apa saja yang dibutuhkan di Kota Bogor, serta rincian dukungan apa saja yang akan diberikan oleh pemerintah pusat.

“Ini masalah akan kita bahas secara nasional. Kita akan rapat komisi dan rapat kerja dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek)  apa saja yang dibutuhkan,” ucapnya.

Baca juga: Pos pengaduan PPDB di DPRD Kota Bogor banjir aduan

Djohar menilai pengumpulan data ke daerah ini penting dilakukan, jangan sampai pembangunan di dunia pendidikan salah dilakukan karena akan sulit untuk diperbaiki.

Selain di Kota Bogor, lanjut Djohar, Komisi X DPR RI juga melakukan kunjungan spesifik ke beberapa daerah lain yang dijadwalkan selama lima pekan ke depan. Untuk mengambil sampel permasalahan dunia pendidikan.

“Kami kumpulkan data yang penting untuk pendidikan kita. Kalau kita bangun rumah atau jembatan salah bisa diperbaiki. Kalau pendidikan salah, bangsa bisa rusak. Makanya kami sangat serius hingga datang,” ujarnya. 

Baca juga: Tingkatkan mutu pendidikan, DPR serukan peningkatan kesejahteraan guru
Baca juga: Legislator harap Kurikulum Merdeka hadirkan pendidikan lebih baik


Pewarta: Shabrina Zakaria
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2024