Timwas menyoroti ukuran alas tidur yang hanya 50×175 cm, terbuat dari busa, dan dianggap tidak memadai
Jakarta (ANTARA) -
Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang memaparkan sejumlah catatan saat mengecek kesiapan fasilitas bagi jamaah haji Indonesia di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) menjelang puncak haji 9 Dzulhijah
 
"Ada beberapa hal dari hasil rapat kemarin, termasuk yang saya coba fokuskan. Umpamanya, tenda kesehatan mestinya berdekatan dengan tenda pemerintah," kata Marwan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
 
Hal itu disampaikan-nya di tenda jamaah haji Indonesia, di Arafah, Makkah, Arab Saudi, Kamis (13/6), yang menjadi lokasi pertama pengecekan Timwas Haji DPR RI.
 
Tenda jamaah haji itu memiliki kapasitas sekitar 130 jamaah dan dilengkapi dengan fasilitas seperti toilet, alas tidur, AC, dan dispenser air.
 
"Timwas menyoroti ukuran alas tidur yang hanya 50×175 cm, terbuat dari busa, dan dianggap tidak memadai," ujarnya.
 
Setelah dari Arafah, kata dia, Timwas Haji DPR RI kemudian melanjutkan pengecekan ke Muzdalifah, tempat di mana jamaah haji akan melakukan mabit (bermalam), serta mengambil kerikil untuk melempar jumrah di Mina.
 
"Timwas mengecek fasilitas toilet dan menemukan bahwa tidak ada tenda yang disediakan untuk jamaah, hanya karpet sebagai alas untuk melaksanakan shalat," ucapnya.

Baca juga: Timwas Haji DPR ingatkan pentingnya bendera RI di bus shalawat

Baca juga: Timwas Haji DPR Soroti Kebutuhan Safari Wukuf dan Fasilitas Ramah Lansia untuk Jemaah Haji

Baca juga: Timwas Haji DPR imbau jamaah jaga kesehatan jelang puncak haji
 
Adapun pengecekan terakhir, lanjut dia, dilakukan di Mina, yang menjadi tempat jamaah haji akan melakukan mabit dan melempar jumrah.
 
"Tenda jemaah haji RI di Mina berjarak sekitar 3,8 kilometer dari lokasi melempar jumrah di maktab terjauh," katanya.
 
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Lodewijk Freidrich Paulus mengatakan usai Timwas Haji DPR RI mengecek sejumlah fasilitas jamaah haji di Makkah diharapkan Kementerian Agama (Kemenag) RI dapat meminimalisasi kekurangan saat pelaksanaan puncak haji.
 
"Potret di Makkah sudah bagus, apa yang kurang diharapkan dieliminasi nanti di Armuzna. Kami dari DPR menyerahkan ke Kemenag untuk bagaimana prosesi di Arafah, Muzdalifah dan Mina itu berjalan dengan baik," tutur Lodewijk.
 
Timwas Haji DPR RI, tambah dia, juga berharap Kemenag memiliki mitigasi yang baik untuk mengatasi potensi persoalan di Armuzna selama pelaksanaan puncak haji.
 
"Karena apabila ini tidak berjalan dengan baik tentunya akan berdampak kepada kami-kami. Sejauh mana rencana darurat yang dimiliki oleh Kemenag?" ujarnya.
 
Timwas Haji DPR RI terdiri dari Wakil Ketua DPR RI Lodewijk Freidrich Paulus, Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi, dan para Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, Ace Hasan Syadzily, Abdul Wahid, serta para anggota Komisi VIII DPR RI Syaifullah Tamliha, M Fauzan Nurhuda Yusro, Sri Wulan, dan Iskan Qolba Lubis.

Pewarta: Melalusa Susthira Khalida
Editor: Chandra Hamdani Noor
Copyright © ANTARA 2024