Selama beberapa tahun terakhir, Irfan selalu merawat sapi-sapi kurbannya terlebih dahulu sebelum disembelih saat perayaan Idul Adha. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kerelaan Irfan terhadap hewan-hewan kurbannya yang sudah dirawat selama berbulan-bulan.
Baca juga: Presiden beli sapi warga Bandung Rp100 juta untuk kurban di 3 lokasi
Lebih lanjut, empat sapi yang dipilih Irfan memiliki jenis berbeda dan berukuran besar di kelasnya masing-masing. Ada Condrosimo, yakni sapi berjenis frisian holstein dan campuran ongol lokal dengan bobot 1 ton lebih dan dibeli langsung olehnya di sebuah peternakan.
Ada juga Janoko, yakni sapi berjenis simental campuran limousin. Lalu ada Nicki, sapi berjenis belgian blue, dan terakhir Bomber berjenis sapi bali dengan bobot tubuh sekitar 600 kg.
Baca juga: Presiden beli sapi warga Kolaka Timur Rp85 juta untuk kurban di Sultra
Merawat sapi-sapi kurban dalam bobot besar sudah menjadi rutinitas tahunan Irfan Hakim saat perayaan Idul Adha tiba. Tahun lalu, Irfan juga merawat dan mengurbankan tiga ekor sapi berukuran besar dan berhasil menarik perhatian publik.
Bahkan, Irfan juga kerap memperlihatkan sapi-sapinya ke tetangga sekitar yang penasaran dengan bentuk sapi kurbannya tahun ini. Pria berusia 48 tahun itu sering mengunggah konten sapi-sapi kurban miliknya di media sosial dan berhasil mendapat respons positif dari masyarakat.
Baca juga: Dokter hewan berikan kiat dalam memilih hewan kurban yang sehat
Baca juga: Pakar UGM: Kesehatan hewan kurban dapat dikenali dari penampilan fisik
Baca juga: Dharma Jaya sediakan jasa pemotongan hewan kurban
Pewarta: Vinny Shoffa Salma
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2024
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.