Jakarta (ANTARA) - NoLimit Indonesia, perusahaan teknologi big data yang berfokus pada pemantauan dan analisis media online, meluncurkan aplikasi berbasis website, IndSight, untuk membantu para praktisi public relations (PR) mengolah data dari media sosial.

“Dulu, PR berjibaku dengan kliping koran untuk memantau media. Kini, di tengah lautan informasi, semua pekerjaan itu bisa dilakukan hanya dengan ujung jari melalui IndSight,” kata CEO NoLimit Indonesia Aqsath Rasyid dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Ia menuturkan bahwa aplikasi tersebut memungkinkan pengguna memantau obrolan terkini di berbagai media sosial dan mengolahnya menjadi data yang dibutuhkan untuk merancang strategi PR yang efektif.

Baca juga: Menkominfo ajak praktisi humas manfaatkan AI tingkatkan produktivitas

Para pengguna juga dapat mengakses data secara spesifik berdasarkan kategori tertentu, seperti pemerintahan, brand, public figure, dan organisasi lainnya secara gratis.

Selain itu, melalui IndSight, pengguna dapat mengetahui ranking media sosial per industri, melakukan audit data media sosial, serta melakukan perbandingan analisis multi-industri untuk mengukur perbandingan, memantau popularitas secara real-time, dan mengetahui detail sentimen brand di industri.

“Dengan melakukan analisis harian, pengguna pun dapat turut andil dalam menjaga keberlangsungan dan memantau reputasi brand,” ucap Aqsath.

Baca juga: Website UI raih penghargaan public relations Indonesia award 2024

Ia menyebutkan bahwa salah satu fitur unggulan dari aplikasi tersebut adalah fitur IndSight Now yang mengombinasikan teknologi big data dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang memungkinkan pengguna mendapatkan hasil lengkap, real-time, serta mudah digunakan langsung dari smartphone.

Selayaknya platform AI lainnya, pengguna dapat menyampaikan pertanyaan yang kemudian dijawab oleh aplikasi tersebut secara instan dalam bentuk deskriptif, termasuk analisis dan rekomendasinya.

Pihaknya berharap inovasi tersebut dapat mendukung Indonesia menjadi leader transformasi industri PR di tingkat global pada masa mendatang.

Baca juga: Pakar ungkap tantangan humas di era kecerdasan buatan

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong mengapresiasi peluncuran aplikasi tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung berbagai pengembangan teknologi AI di Indonesia.

“Kominfo punya strategi nasional pengembangan dan penggunaan AI 2020 – 2045 yang sedang kita perbarui. Kominfo mengatur peraturan untuk mendukung serta mendorong pengembangan AI seperti yang dilakukan NoLimit melalui IndSight,” imbuhnya.

Baca juga: USU raih tiga penghargaan di Public Relation Indonesia Awards 2023

Baca juga: Semestinya Humas mudah dihubungi


Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2024