Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Selatan menggencarkan sosialisasi rekayasa lalu lintas di Jalan Ciledug Raya, Kebayoran Lama, imbas pengerjaan infrastruktur penanganan banjir di lokasi tersebut.
 
"Sosialisasi ada di sekitarnya seperti spanduk hingga komunikasi kepada pihak kelurahan," kata Kepala Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan Bernard Oktavianus Pasaribu saat dihubungi di Jakarta, Jumat.
 
Bernard menuturkan pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi dengan warga sekitar dan berkoordinasi dengan Satuan Tugas Sumber Daya Air (Satgas SDA) Kelurahan Cipulir.
 
Dia berharap adanya sosialisasi mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memahami kondisi maupun mencari alternatif jalan lainnya.

Baca juga: Pembangunan saluran air di Ciledug Raya selesai 30 November
 
Adapun rekayasa lalu lintas ini hanya berlaku pada pagi hari. Sedangkan sore harinya dilakukan dua arah menyesuaikan kondisi di lapangan.
 
"Rekayasa saat ini hanya di pagi hari saja dari jam 06.00-09.00 WIB, kalau sore di kedua arahnya sama-sama padat," ujarnya.
 
Rekayasa ini terus berlangsung menyesuaikan kegiatan Dinas SDA DKI yang direncanakan selesai pada 30 November 2024. 
 
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan Santo menyatakan pengerjaan saluran air tersebut kurang lebih sepanjang 750 meter. "Panjangnya kurang lebih sekitar 750 meter," ujar Santo.
 
Dia menuturkan total panjang pekerjaan "jacking" di Jalan Ciledug Raya dilakukan mulai dari perempatan Seskoal, Kali Pesanggrahan hingga Pasar Cipulir.

Baca juga: Jalur Tangerang-Jakarta lewat Ciledug lumpuh
 
Metode "jacking" merupakan pemasangan pipa dengan melakukan pengeboran tanah di bawah permukaan jalan lalu mendorongkan pipa menggunakan tekanan hidrolik.
 
Pembangunan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembangunan "Pile Integrated Test" (PIT), pemasangan "Reinforce Concrete Pipe" (RCP) dengan metode "jacking" dan pengerjaan "mainhole".
 
Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta melakukan rekayasa lalu lintas di simpang Jalan Seskoal sampai Pasar Cipulir itu guna mendukung pengerjaan tersebut.
 
Rekayasa lalu lintas itu dialihkan melalui jalan pengganti median pemisah jalan atau area bawah jalan layang TransJakarta koridor 13 jurusan Halte Puri Beta Ciledug atau Halte CBD hingga Halte Tendean.
 
Sejumlah jalan yang dilalui rute TransJakarta ini meliputi Jalan HOS Tjokroaminoto, Jalan Ciledug Raya, Jalan Kebayoran Lama, Jalan Kyai Maja, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Trunojoyo, Jalan Wolter Monginsidi dan Jalan Kapten Tendean.

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2024