Jakarta (ANTARA) - Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana mengatakan bahwa pameran seni "Jakarta Provoke!" menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah dalam pelestarian seni dan budaya.

"Kegiatan ini, kita ingin memperkenalkan seni dan budaya, terutama seni rupa hasil karya para seniman Jakarta," kata Iwan di Jakarta, Jumat.

Iwan menuturkan, dengan banyaknya kegiatan pameran karya seni di bangunan cagar budaya, dapat mendorong seniman untuk berkreasi dan melahirkan ide-ide karya seni baru sehingga dapat menyemarakkan suasana Kota Jakarta.

Tidak hanya itu, ia berharap, ke depannya akan muncul lebih banyak galeri seni yang memberikan ruang bagi masyarakat menikmati hasil karya seni dari para seniman.

Baca juga: Taman Ismail Marzuki selenggarakan "TIM Art Fest"

Pada pameran seni tersebut, kata Iwan, juga dalam rangka memperkenalkan bangunan cagar budaya, yaitu gedung Kantor Pos sejak zaman kolonial yang sekarang dinamakan Pos Bloc kepada masyarakat.

"Kami juga ingin memperkenalkan masyarakat tentang bangunan-bangunan cagar budaya yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang berekspresi para seniman dan perupa," tuturnya.

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengapresiasi dan mengagumi hasil karya seni yang ditampilkan oleh 19 perupa atau seniman rupa Jakarta ini.

"Pameran ini adalah kegiatan yang menampilkan hasil karya seni dari 19 perupa asal Jakarta. Tadi saya sudah melihat semua hasil karya mereka. Semuanya bagus-bagus sekali dan luar biasa," ujarnya.

Karena itu, ia mengharapkan kegiatan ini dapat memacu para seniman rupa agar dapat menghasilkan karya-karya seni yang dapat memperindah suasana Kota Jakarta.

Baca juga: Gedung Filateli Jakarta direnovasi jadi tempat "nongkrong"

"Saya harap kegiatan ini dapat terus memacu para perupa untuk menghasilkan karya seni yang dapat memperindah Kota Jakarta, sekaligus dapat menggambarkan Jakarta sebagai kota global dengan berjuta pesonanya," katanya.

Ketua Panitia Pelaksana Pameran sekaligus perupa, Revoluta menambahkan, pameran ini akan berlangsung pada 14-23 Juni 2024. Untuk hari pertama, masyarakat dapat masuk ke dalam pameran secara gratis.

Namun pada hari kedua hingga hari terakhir pameran, kata Revoluta, masyarakat dikenakan tiket masuk Rp50.000 per orang. Para pencinta seni juga bisa membeli hasil karya seni yang disajikan dalam pameran tersebut.

"Pameran seni ini berbicara tentang Kota Jakarta. Kita ingin dengan kegiatan ini, perupa-perupa Jakarta bisa menjadi tuan rumah di kotanya sendiri," katanya.

Lalu, kata dia, mereka bisa berbaur dan bersosialisasi serta bisa terdengar suara mereka di kotanya sendiri melalui karya seni.

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2024