Padang (ANTARA) - Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat (Sumbar) menjalin kerja sama dengan Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia dalam hal implementasi tridarma perguruan tinggi.

"Kerja sama ini sebagai bagian untuk menjalankan amanah yang disandangkan terhadap Universitas Andalas semenjak kampus ini didirikan dengan tujuan kejayaan bangsa," kata Wakil Rektor IV Unand Henmaidi di Padang, Sabtu.

Kerja sama antara Unand dengan Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kemlu RI ditandai penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), yang ditandatangani Wakil Rektor IV Unand bersama Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kemlu RI Yayan Ganda Hayat Mulyana.

Lewat kerja sama implementasi tridarma perguruan tinggi tersebut, Unand berharap lahirnya diplomat-diplomat baru dari perguruan tinggi tertua di luar Jawa itu, terutama dari Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional Unand.

Baca juga: Menkumham: Unand kampus dengan kekayaan intelektual terbanyak

Apalagi, kata dia, Provinsi Sumatera Barat dikenal sebagai daerah yang telah melahirkan banyak diplomat ulung. Sebagai contoh Haji Agus Salim, Sutan Sjahrir, Buya Hamka, Muhammad Natsir, hingga Wakil Presiden RI Ke-2 Mohammad Hatta merupakan tokoh yang lahir dari Ranah Minang.

"Tokoh-tokoh ini bukan saja menjadi diplomat tetapi juga pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia hingga Wakil Presiden Indonesia," kata dia.

Tidak hanya itu, sejumlah alumni perguruan tinggi negeri yang diresmikan oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta pada 23 Desember 1955 tersebut juga berhasil menjadi duta besar (dubes). Di antaranya Dubes Republik Sosialis Vietnam Denny Abdi, dan Albusyra Basnur Dubes Indonesia untuk Ethiopia.

Sementara itu, Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kemlu RI Yayan Ganda Hayat Mulyana mengatakan pemerintah pusat tidak bisa bekerja sendiri sehingga dibutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak termasuk perguruan tinggi.

"Kerja sama ini merupakan suatu aset yang pada akhirnya Kemlu RI tidak hanya berwawasan regional dan global, tetapi juga penting untuk pada tataran lokal," kata Yayan Ganda.

Baca juga: Unand fokuskan KKN ke lokasi terdampak bencana untuk bantu warga

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2024