Padang (ANTARA) -
Sejumlah warga Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat menanam ubi dan jagung pada lahan sawahnya yang beberapa kali terdampak bencana banjir bandang dan lahar hujan Gunung Marapi yaitu pada Desember 2023, Maret dan Mei 2024.
 
Salah seorang warga Nagari Limo Kaum, Tanah Datar, Doni Hendra di Batusangkar, Sabtu mengatakan tanaman jagung dan ubi lebih cocok dengan kondisi lahan yang tertimbun oleh tumpukan material banjir bandang.
 
"Untuk sementara akan ditanami jagung dan ubi karena tingginya material yang menimbun lahan sawah. Tanahnya sekarang tidak cocok lagi untuk tanaman padi," katanya.
 
Doni mengatakan, selain kondisi tanah, alasan dia untuk menanam jagung adalah karena terputusnya aliran irigasi yang selama ini mengaliri lahan sawah oleh banjir bandang.
 
Diperkirakan perbaikan saluran irigasi itu akan memakan waktu yang cukup lama, sementara petani butuh pemasukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
 
"Kami berharap secepatnya bisa mengolah sawah kembali. Namun dengan kondisi lahan dan tidak adanya irigasi, kami harus cari cara untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarga," kata dia.
   
Sementara itu, Bupati Tanah Datar, Eka Putra mengatakan terkait dengan kerusakan lahan pertanian akibat banjir bandang dan erupsi Gunung Marapi semenjak Desember 2023, pihaknya telah mengajukan reklamasi lahan ke Kementerian Pertanian.
 
Tercatat, kerusakan lahan pertanian khususnya lahan sawah akibat bencana alam tersebut, seluas 511,52 hektar sehingga berdampak cukup signifikan bagi ekonomi masyarakat.
 
"Terkait kerusakan lahan pertanian ini kami telah melaporkan langsung ke Kementerian Pertanian, diantaranya reklamasi lahan pertanian, perbaikan infrastruktur irigasi dan jalan usaha tani, bantuan benih dan bantuan alsintan," ujarnya.*
 
 
Baca juga: Pupuk Indonesia salurkan bantuan untuk bencana di Tanah Datar Sumbar

Baca juga: Gunung Marapi kembali lontarkan abu vulkanik setinggi 600 meter
 
 
 

Pewarta: Miko Elfisha
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2024