Ini dimaksudkan untuk mendorong penguatan karakter menjelang Pemilu serentak tahun 2024
Jakarta (ANTARA) - Bupati Kepulauan Seribu Junaedi mengajak generasi muda dan masyarakat di daerah kepulauan tersebut untuk meningkatkan wawasan kebangsaan dan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

“Wawasan kebangsaan harus mengacu pada cara pandang bangsa kita terhadap empat konsensus dasar sebagai penopang kehidupan yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Bupati Kepulauan Seribu Junaedi saat Sosialisasi Pemantapan Wawasan Kebangsaan Tahun 2024 di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan pertemuan ini dapat menjadi momen yang baik dalam rangka memperoleh pemahaman terhadap penguatan karakter dan wawasan kebangsaan.

"Ini dimaksudkan untuk mendorong penguatan karakter menjelang Pemilu serentak tahun 2024," kata dia.

Ia mengatakan sebentar lagi akan melaksanakan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta tahun 2024, maka harus mampu memilah berita hoaks maupun isu Suku Adat Ras dan Agama (SARA) yang kemungkinan akan digunakan untuk menarik pemilih oleh para elit politik.

“Kita harus mampu membentengi diri dengan konsensus dasar kebangsaan agar kita tidak mudah terpecah belah dari pihak manapun," katanya.

Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kepulauan Seribu, Achmad Yani Rivai Yusuf mengatakan kegiatan sosialisasi Pemantapan Wawasan Kebangsaan 2024 ini melibatkan seluruh komponen masyarakat dan pemangku kebijakan berjumlah 50 peserta.

Peserta terdiri atas tokoh masyarakat, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), dan Tim Penggerak PKK. 

Sedangkan narasumber meliputi dosen Universitas Pandanaran Semarang Jawa Tengah Djati Prijono dan praktisi profesional dari Kodim 0503 Jakarta Utara Akhmad Suhusia Sanusi.

Kegiatan sosialisasi ini memiliki tujuan memberikan pemahaman dan peningkatan wawasan kebangsaan dalam memahami tentang betapa pentingnya menjaga dan melindungi Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dari berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) yang ingin menggantikan Pancasila dengan ideologi lain dengan pemahaman radikalisme dan paham menyimpang.

Selain itu, lanjutnya, untuk meningkatkan kewaspadaan dini di kalangan masyarakat dan generasi muda terhadap bahaya laten komunis, radikalisme, dan aliran menyimpang lainnya.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk menyadarkan warga negara akan pentingnya arti kehidupan bersama atas dasar persamaan hak dan kewajiban serta sebagai pembentukan cara pandang mengenai masa depan bangsa yang bersatu, berdaulat dan sejahtera,” kata dia.
Baca juga: 30 peserta Abang-None Kepulauan Seribu jalani tahap karantina
Baca juga: Hewan kurban yang masuk Kepulauan Seribu dalam kondisi sehat
Baca juga: Pemkab gelar Gerakan Pangan Murah bantu penuhi kebutuhan warga


Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Ganet Dirgantara
Copyright © ANTARA 2024