BI berkomitmen terus mendorong pemberdayaan UMKM agar naik kelas dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian Indonesia
Solo (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Surakarta memberdayakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar naik kelas melalui penjaringan usaha berpotensi.

"BI berkomitmen untuk terus mendorong pemberdayaan UMKM agar dapat naik kelas dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian Indonesia, salah satunya melalui seleksi yang dilakukan untuk menjaring UMKM yang berpotensi," kata Kepala Perwakilan BI Surakarta Dwiyanto Cahyo Sumirat di Solo, Jawa Tengah, Sabtu.

Ia mengatakan hasil seleksi tersebut kemudian dinyatakan sebagai UMKM binaan atau mitra BI Surakarta tahun 2024.

Menurut dia, ada beberapa kategori pada UMKM binaan tersebut, yakni kategori UMKM digital, UMKM hijau, UMKM potensi ekspor, wirausaha muda, dan UMKM industri kreatif syariah Indonesia (IKRA).

Untuk program UMKM digital, dikatakannya, BI melakukan pelatihan dan pendampingan onboarding untuk meningkatkan daya saing melalui pemasaran daring digital marketing di antaranya dengan memanfaatkan lokapasar dan media sosial.

Baca juga: BI: deflasi di Solo tunjukkan terjaganya pasokan dan permintaan

Baca juga: BI tukar sebagian uang rusak akibat kebakaran di Solo


"Program ini diselenggarakan dengan memperhatikan makin berkembangnya penetrasi digital masyarakat yang mengubah perilaku dalam pemenuhan kebutuhan," katanya.

Sedangkan kategori wirausaha muda sebagai bentuk kepedulian BI terhadap anak muda untuk ikut berkontribusi pada perekonomian nasional.

"Dalam hal ini, BI mengembangkan program wirausaha muda melalui pelatihan dan pendampingan untuk memperkuat jiwa entrepreneurship, penyusunan business plan, dan market research yang dapat mempermudah akses sumber permodalan dan memperluas pasar," katanya.

Pada program UMKM potensi ekspor bertujuan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah yang berdaya saing melalui upaya peningkatan kapabilitas dan kapasitas melakukan ekspor secara mandiri.

"Selain itu diharapkan dapat menjadi aggregator atau fasilitator ekspor bagi UMKM lainnya," katanya.

Selain itu, BI juga mendukung kebijakan pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia melalui program pengembangan UMKM IKRA.

Ia mengatakan UMKM yang tergabung menjadi IKRA akan diikutsertakan dalam boothcamp penguatan kapasitas dan kualitas beberapa area

"Selain itu juga akan diikutsertakan dalam berbagai kegiatan pengembangan ekonomi syariah baik di lingkup regional, nasional, maupun global," katanya.

Mengenai program pengembangan UMKM hijau dilakukan melalui pendampingan yang menerapkan konsep ramah lingkungan baik dari sisi proses maupun output sebagai upaya mendorong ekonomi berkelanjutan.

Sementara itu, dikatakannya, jumlah pendaftar pada proses penjaringan mencapai 396. Menurut dia, setiap tahunnya pelaku UMKM makin antusias mengikuti penjaringan tersebut.

Bahkan, dikatakannya, ada beberapa pelaku UMKM yang kembali mendaftar setelah sempat tidak lolos seleksi pada periode sebelumnya.

Baca juga: BI catat kenaikan signifikan jumlah UMKM di Solo

Baca juga: BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Solo lebih tinggi dari Jateng

 

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2024