Jakarta (ANTARA) - Mantan pesepak bola berusia 31 tahun yang pernah merumput di Persik Kediri Arthur Irawan turut menanggapi rumor klub yang berbasis di Kota Kediri, Jawa Timur itu yang meminati jasa Ezra Walian untuk musim depan.

Arthur yang setelah pensiun sebagai pemain dikabarkan akan terjun di bagian manajemen Persik itu mengatakan pemain 26 tahun itu menurutnya adalah pemain yang bagus yang pada musim ini dengan dua gol dan tiga assistnya mengantarkan Persib Bandung juara Liga 1 Indonesia.

“Ezra itu pemain yang sangat bagus dan saya pun sudah melawan dia beberapa kali dan selalu sulit untuk lawan pemain seperti Ezra karena dia tipikal pemain yang bisa mencetak gol dan assist. Tentunya pemain ofensif dengan high teknik ya,” kata Arthur ketika ditemui ANTARA di Jakarta Selatan, Jumat (14/6).

Arthur mengatakan bahwa kabar tersebut masih sebatas rumor. Namun, apabila Macan Putih mendapatkan jasa pemain bagus seperti Ezra musim depan, maka ia akan sangat senang.

“Jadi kalau memang rezekinya di Persik pasti kita terima pemain sebagus dia. Tapi kembali lagi semua itu rumor dan saya belum tahu dia masih punya kontrak di Persib atau tidak. Semoga saja terwujud dia bisa bermain di Persik,” jelasnya.

Baru-baru ini, tim kebanggaan Kota Kediri itu baru saja melepas empat pemainnya yaitu Irfan Bachdim, Miftahul Hamdi, Hari Nasution, dan Flavio Silva.

Baca juga: Arthur Irawan favoritkan Jerman di Euro 2024

Menyinggung alasan kepergian salah satu pemain di atas seperti Irfan Bachdim yang didatangkan pada putaran kedua musim lalu, Arthur mengatakan mantan penggawa timnas Indonesia itu tak melanjutkan kerja samanya bersama Persik karena alasan keluarga.

“Musim lalu dia bermain bagus dan sangat membantu tim di lapangan secara teknis atau leader di luar lapangan. Tapi mungkin keputusan mengapa dia cabut bukan dari manajemen Persik karena Persik ingin dia stay tapi mungkin dia harus lebih dekat sama keluarganya di Bali,” jelas Arthur.

Pemain kelahiran Surabaya itu lalu memaparkan rencana Persik pada musim depan. Ia mengatakan bahwa untuk pelatih, tim kebanggaan Persik Mania itu masih dilatih oleh Marcelo Rospide yang nantinya akan tetap dibantu Johan Prasetyo dan Alfiat sebagai asisten pelatih, Vitor Tinoco sebagai pelatih fisik, Carlos Salomao yang bertanggung jawab melatih penjaga gawang dan Zulfikar sebagai analis.

Untuk pemain, ia melanjutkan tak ada perubahan banyak untuk pemain lokal. Sebaliknya, untuk pemain asing, Persik menurutnya akan menambah beberapa pemain asing untuk musim depan karena untuk menyelaraskan kompetisi liga yang rencananya menggunakan delapan pemain asing.

“Mungkin untuk pemain asing perubahannya cukup banyak,” katanya.

Baca juga: Eks gelandang Benfica Gilson Costa resmi bela Persebaya

“Delapan pemain asing tentunya ada pro dan kontra. Sekali lagi kalau saya di Persik menyesuaikan kebijakan dari PSSI. Kalau itu menurut PSSI yang terbaik kita bakal melakukan itu juga,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan alasannya tidak melanjutkan karier di dunia kepelatihan karena ia ingin mendapatkan tantangan berbeda dibanding saat menjadi pemain profesional.

“Jadi pelatih itu pasti jadi hal luar biasa karena itu kerjaan yang sangat susah. Tapi karena sekian lama jadi pemain sepak bola, dengan tekanan, dan tensi setiap minggu yang melonjak dan mental yang naik turun, jadi pelatih pun pasti tekanannya sama,” jelasnya.

“Jadi saya memilih jadi manajemen yang bukan lebih santai tapi tantangannya beda dari terjun langsung di lapangan,” tutupnya.

Baca juga: Persija Jakarta resmi akhiri kerja sama dengan Thomas Doll
Baca juga: PSSI bersama pengelola liga selaraskan jadwal liga dengan timnas


Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2024