Denpasar (ANTARA) - Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono mengaku terkesan atas pengalaman pertamanya menyaksikan langsung Pesta Kesenian Bali (PKB) PKB di Pulau Dewata.

"Ini pertama kali dan impresi yang saya dapatkan luar biasa, ini akan saya ceritakan kepada yang lainnya," katanya di Denpasar, Sabtu.

Pria yang akrab disapa AHY itu hadir mewakili Presiden RI Joko Widodo membuka pawai PKB XLVI 2024. Putra sulung Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono tersebut juga berkesempatan menyimak pementasan fragmentari dari sembilan kabupaten/kota se-Bali.

"Saya senang sekali bahagia dan juga bangga hari ini bisa secara langsung datang, sama-sama kita semua menyaksikan pawai budaya yang menampilkan pertunjukan seni luar biasa indah, megah, dan penuh nilai," katanya.

AHY, yang didampingi Penjabat Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya serta Menteri Pemberdayaan Perempuang dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga, mengaku takjub dengan atraksi kesembilan kabupaten/kota dan kampus ISI Denpasar, sepanjang pawai ia kerap bertanya mengenai makna dan alur cerita dari setiap pertunjukan.

Selain menampilkan tarian, ke-10 kontingen juga menyajikan lakon kisah-kisah terkait daerahnya yang dikemas dalam tema Jana Kerthi Paramaguna Wikrama atau harkat martabat manusia unggul.

"Masing-masing unik baik dari kostumnya, tariannya, ekspresinya, ceritanya, tapi yang menarik diceritakan Pak Pj Gubernur Bali dan Menteri PPPA itu cerita apa ternyata kisah dari seseorang masih dalam kandungan, kemudian lahir, tumbuh jadi remaja, pernikahan, dan akhirnya meninggal dunia," ujar AHY melontarkan pujian.

Baca juga: Menteri AHY wakili Presiden Jokowi buka Pesta Kesenian Bali

AHY merasa antusias melihat garapan tiap kontingen yang ternyata menceritakan alur siklus kehidupan manusia Bali yang penuh dengan upacara di tiap tahapnya.

Selain itu ia tertarik dengan sejumlah tambahan fragmentari yang menceritakan kisah perjuangan tokoh daerah di masa lampau yang berjuang dalam peperangan.

Meski itu kisah lampau menurutnya memiliki pesan tersendiri bagi generasi saat ini, yaitu bagaimana meningkatkan sumber daya manusia agar unggul memerangi tantangan yang berbeda.

"Kita harus punya nasionalisme dan jiwa untuk bisa unggul, ke depan kita menghadapi tantangan seperti mengentaskan kemiskinan, mencapai kesejahteraan rakyat, dan semua yang kita cita-citakan sebagai bangsa," tuturnya.

PKB XLVI dijadwalkan berlangsung sepanjang 15 Juni s.d. 13 Juli 2024 melibatkan 3.515 seniman dari 275 kelompok seni.

Selepas pawai pembukaan, dijadwalkan 10 jenis pementasan akan tampil sebulan penuh di Taman Budaya Art Center, Denpasar.

Selain itu sejumlah negara sahabat turut mengirim kontingen mereka untuk terlibat dalam sesi Bali World Culture Celebration PKB XLVI yakni Amerika Serikat, China, India, Jepang, Hong Kong, Ukraina, dan Malaysia.

Baca juga: Wamenparekraf sebut Pesta Kesenian Bali ajang promosi pariwisata

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2024