alat pemusnah sampah yang dilakukan melalui pembakaran pada suhu tinggi
Mataram (ANTARA) - Wali Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat,H Mohan Roliskana mengatakan, pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo Ampenan menggunakan teknologi insinerator atau sistem pembakaran ramah lingkungan.

"Teknologi insinerator merupakan salah satu alat pemusnah sampah yang dilakukan melalui pembakaran pada suhu tinggi," kata Wali Kota Mataram di Mataram, Minggu.

Hanya saja, lanjutnya, teknologi insinerator yang akan diterapkan ini dapat mengubah panas dari hasil pembakaran yang sudah dirubah menjadi uap air dimanfaatkan untuk dikonversikan ke tenaga listrik.

Dengan demikian, hasil pengolahan sampah di TPST Sandubaya dengan TPST Kebon Talo nantinya akan berbeda.

"Kalau TPST Sandubaya hasil pengolahan sampah berbentuk padat seperti pakan maggot, dan batako, kalau di TPST Kebon Talo berupa uap cair," katanya.

Baca juga: TPST Mataram dilengkapi mesin cetak paving block dari sampah plastik 
Baca juga: DLH Mataram produksi maggot kering untuk pakan ternak

Ia menjelaskan, pembangunan TPST Kebon Talo Ampenan saat ini dalam tahap tender tingkat pemerintah pusat. Untuk pembangunan TPST Kebon Talo tersebut Pemerintah Kota Mataram mendapatkan bantuan sebesar Rp80 miliar dari pemerintah pusat.

Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk barang jadi berupa gedung TPST modern termasuk peralatan pengolahan sampah. Seperti halnya pembangunan TPST modern Sandubaya yang saat ini dalam tahap uji coba.

"Proyek pembangunan TPST Kebon Talo ini kita terima barang jadi, kita hanya menyiapkan lahan sekitar satu hektare," katanya.

Menurut Wali Kota, apabila TPST modern Sandubaya dan TPST Kebon Talo Ampenan beroperasi, maka sampah di Kota Mataram dapat tertangani sekitar 60-70 persen.

Dengan demikian, hanya sebagian kecil residu sampah yang akan di buang ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat.

"Pembangunan dua TPST di Kota Mataram bisa memberikan dampak secara keseluruhan dalam penanganan sampah, apalagi pengelolaannya dilakukan dengan pendekatan teknologi modern," katanya.

Hal tersebut tentunya, bisa menjadi motivasi dalam mewujudkan Kota Mataram yang bersih dan rapi.

Baca juga: Insinerator sampah hasilkan emisi lebih besar dibanding PLTU batu bara
Baca juga: KLHK dorong pengoptimalan insinerator TPA Warloka di Manggarai Barat
Baca juga: Jawa Barat ajukan pengadaan insinerator untuk tangani sampah Citarum

Pewarta: Nirkomala
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2024