Manado (ANTARA) -
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara mengajak warga pulang kampung setelah dievakuasi keluar dari Pulau Tagulandang karena erupsi Gunung Ruang.
 
"Kami sudah menurunkan surat ke semua camat dan lurah di sana mengimbau seluruh warga Tagulandang khususnya yang oleh karena erupsi itu harus diungsikan ke wilayah untuk secara berangsur-angsur kembali ke Tagulandang," ujar Sekda Kabupaten Kepulauan Sitaro Denny Kondoj di Manado, Minggu.
 
Dia menyebutkan ada beberapa kabupaten dan kota yang menjadi tujuan evakuasi warga Tagulandang karena Gunung Ruang erupsi, seperti Kota Bitung, Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara, dan Kabupaten Minahasa.
 
Pemkab Sitaro berterima kasih karena warga Tagulandang yang sekarang tinggal di beberapa tempat di wilayah Manado, termasuk yang tinggal di rumah kerabat-kerabatnya itu karena sudah cukup banyak yang kembali.

Baca juga: Gunung Ruang turun status ke level waspada
 
Denny memperkirakan masih ada seribuan warga Tagulandang berada di lokasi evakuasi yang ada empat kabupaten dan kota di daerah itu.
 
"Mari. Kami mengajak warga untuk kembali ke rumah-rumah masing-masing yang sempat ditinggalkan dan kembali menjalani kehidupan normal di Pulau Tagulandang," katanya.

Ia mengatakan setelah kembali ke Pulau Tagulandang, warga dapat membersihkan rumah dan lingkungan, memperbaiki atap rumah yang rusak karena dampak erupsi tersebut.
 
"Pemerintah daerah dibantu dengan TNI dan Polri akan membantu masyarakat dalam rangka pembersihan lingkungan permukiman, termasuk fasilitas yang rusak secara bertahap," ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Gunung Ruang di Pulau Ruang mengalami erupsi hebat sehingga banyak warga dievakuasi ke Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa, dan Kabupaten Minahasa Utara menggunakan sejumlah kapal yang disediakan pemerintah.

Baca juga: 301 KK terdampak erupsi Gunung Ruang segera direlokasi ke Desa Modisi
Baca juga: Total 5.774 korban erupsi Gunung Ruang dievakuasi dari Tagulandang
Baca juga: Masyarakat diharapkan patuhi radius bahaya Gunung Ruang

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2024