Nabi Ibrahim sempat mengalami keraguan apakah perintah penyembelihan putranya itu atas kehendak Allah atau Iblis yang bisa merusak harmonisasi keluarga
Rangkasbitung (ANTARA) -
Khatib shalat Idul Adha KH Badrusalam menyatakan Nabi Ibrahim AS patut menjadi contoh ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT dengan rela dan ikhlas melaksanakan nadzarnya untuk penyembelihan terhadap anak kesayangan Ismail AS.
 
"Penyembelihan Ismail itu atas perintah Allah SWT kepada keluarga Ibrahim AS melalui mimpi," kata KH Badrusalam di hadapan ribuan jamaah Shalat Idul Adha di Alun-alun Multatuli Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Senin.

Baca juga: Khatib: Momentum Idul Adha memahami agama secara substansial
Keteladanan ketakwaan dan keimanan Nabi Ibrahim AS  kepada Allah SWT itu benar-benar tegak lurus dan melaksanakan perintahnya untuk menyembelih Ismail AS , meskipun godaan itu cukup berat.
 
Sebelumnya, Nabi Ibrahim AS  sempat mengalami keraguan apakah perintah penyembelihan putranya itu atas kehendak Allah SWT atau Iblis yang bisa merusak harmonisasi keluarga.
 
Pada hari tarwiyah tanggal 8 Dzulhijjah Allah menguji ketakwaan Ibrahim AS melalui mimpi beliau diperintahkan untuk memenuhi nadzarnya yakni menyembelih Ismail AS .
 
Nabi Ibrahim AS yang demokrasi, adil dan bijaksana,  bermusyawarah bersama isteri dan anak untuk melaksanakan perintah Allah SWT.
 
Di mana perintah Allah itu ditujukan kepada keluarga Nabi Ibrahim AS  sangat berat untuk menyembelih anak kesayangannya bernama Ismail AS .
 
Namun, keluarga Ibrahim AS dengan ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT dengan rela untuk menyembelih anaknya itu.
 
"Dengan rela dan ikhlas akhirnya keluarga Nabi Ibrahim AS menerima perintah Allah SWT untuk menyembelih Ismail AS ," katanya menjelaskan.

Baca juga: Khatib: Ibadah kurban ajarkan keteguhan dan keikhlasan
Ia juga menjelaskan, peristiwa pada Zulhijah berdasarkan sejarah Islam melahirkan kejadian besar di antaranya Allah SWT menerima taubat Nabi Adam AS hingga ratusan pemohon taubat lainnya.
 
Begitu juga dengan Nabi Yunus AS yang dikeluarkan dari perut ikan besar hingga selamat, Nabi Zakaria AS menerima keturunan Maryam (Nabi Isa AS), juga lahirnya Nabi Musa AS.
 
Peristiwa besar itu menjadikan ujian bagi umat untuk mematuhi ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT.
 
Terkadang manusia lupa dengan kedudukan jabatan, pangkat dan kekayaan harta yang banyak, sehingga mereka jauh dari Allah SWT.
 
Oleh karena itu, momentum Zulhijah menjadikan cerminan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
 
"Kita berharap pada Zulhijah itu lebih dapat meningkatkan ketakwaan dan keimanan, seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim AS ," katanya.
 
Pada Idul Adha 2024 ini, di lingkungan Sekertariat Pemerintah Kabupaten Lebak dan pengusaha menyembelih sapi sebanyak 400 ekor, kerbau 158 ekor, kambing dan domba 3.908 ekor.

Baca juga: Khatib: Hari Raya Idul Adha merupakan manifestasi ketulusan berkorban

Pewarta: Mansyur suryana
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2024