Guangzhou, Tiongkok, (ANTARA/PRNewswire)- Huawei, China Unicom Guangdong, serta Zengcheng Agriculture and Rural Affairs Bureau hari ini menggelar "Lychee Live Streaming Festival" dengan tema "A 5G Boost for Lychees" di Distrik Zengcheng, Guangzhou. Lewat live streaming ini, influencer dan live streamer menggunakan layanan 5G live streaming untuk mempromosikan dan menjual leci di beberapa kebun. Uji coba jaringan 5.5G juga dilakukan secara langsung selama festival tersebut; kecepatan uplink maksimum bahkan menembus 500 Mbps. Untuk pertama kalinya, live stream diuji coba dengan jaringan 5.5G di wilayah pedesaan Tiongkok.

Selama festival berlangsung, China Unicom Guangdong menyediakan paket 5G live streaming. Layanan inovatif ini merupakan paket layanan pertama dan satu-satunya yang tersedia di Tiongkok. Lewat layanan ini, live streamer memperoleh pita lebar uplink yang sangat cepat, kapasitas jaringan yang besar, serta video definisi tinggi. Maka, layanan ini menjamin kontinuitas, stabilitas, dan kelancaran pengalaman pengguna. Dengan elemen jaringan pintar dan teknologi 5G slicing, China Unicom Guangdong dan Huawei membangun jaringan 5G yang mampu menyediakan quality of service (QoS) yang lebih baik untuk paket layanan live streaming. Jaringan 5G tersebut mendukung peningkatan arus kunjungan (traffic) hingga 50%, serta empat kali lipat kecepatan uplink yang lebih optimal (meningkat dari 30–50 Mbps menjadi 150–200 Mbps) untuk pengguna standar. Lebih lagi, jaringan tersebut dirancang dengan platform data terintegrasi SmartCare dari Huawei. Berkat platform data ini, analisis kerusakan jaringan dan delimitation berlangsung cepat sehingga semakin meningkatkan pengalaman pengguna layanan live streaming.

Di MWC Barcelona tahun ini, layanan 5G live streaming sukses memenangkan Global Mobile Awards (GLOMO) dari GSMA pada kategori "Best Mobile Operator Service for Connected Consumers". Penghargaan ini juga menjadi bentuk pengakuan tertinggi di industri.

Sejak dilansir pada 2022, layanan tersebut telah dipakai lebih dari 300.000 pengguna, serta mendukung aktivitas penjualan dengan format live streaming di berbagai sektor, seperti pertanian, pariwisata, mode, dan e-sports.

Sebuah sesi diskusi bersama media juga digelar pada sore hari dalam acara tersebut. Di sesi ini, Wang Liang, Deputy General Manager, Product Innovation Center, China Unicom Guangdong, berkata: "Kita membutuhkan sarana baru untuk memajukan sektor pertanian. Maka, China Unicom Guangdong memakai teknologi 5G network slicing dan double-channel guna menghadirkan layanan jaringan yang stabil untuk live streaming."

Wang juga berkata, "Ke depan, China Unicom akan memanfaatkan teknologi seperti 5.5G dalam inovasi jaringan dan pengembangan produk baru. Kami juga akan berkolaborasi dengan mitra-mitra untuk mendukung aktivitas penjualan komoditas pertanian dengan format live streaming, serta mempromosikan inovasi di industri pertanian secara lebih luas."

5.5G merupakan lompatan besar bagi 5G dalam banyak hal. Dengan 5.5G, kecepatan downlink maksimum meningkat dari 1 Gbps menjadi 10 Gbps, sedangkan kecepatan uplink melesat dari 100 Mbps menjadi 1 Gbps. Artinya, pita lebar meningkat 10 kali lipat. Berkat 5.5G, pengguna pun bisa menikmati konten dengan definisi yang lebih tinggi dengan lancar dalam format 3D dan interaktif lain. 5.5G juga mewujudkan garansi pengalaman jaringan yang berbeda-beda dan disesuaikan secara dinamis menurut kebutuhan spesifik setiap pengguna live streaming. Lebih lagi, 5.5G menjadi basis layanan konsumen baru, seperti cloud phone, New Calling, dan 3D tanpa kacamata.

Hou Yingzhen, President, 5G Marketing & Solution Sales Department, Huawei, turut menghadiri acara tersebut, dan berkata: "Huawei akan selalu menjalankan inovasi produk dan teknologi agar manfaat 5G dapat dinikmati semakin banyak orang. Inovasi ini juga akan mendukung penggunaan 5.5G secara komersial. 5.5G akan berperan vital dalam infrastruktur jaringan pada era teknologi pintar. 5.5G akan menggerakkan ekonomi live streaming di Tiongkok, serta berkontribusi terhadap pembangunan bermutu di wilayah pedesaan dan industri pertanian secara lebih luas. Dengan demikian, 5.5G berpotensi mempercepat digitalisasi di berbagai industri."

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2024