Kalau sudah disembelih kita periksa jeroannya, hati, kemudian paru-paru, dan limpanya
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan keamanan daging kurban yang akan dikonsumsi masyarakat salah satunya dengan kehadiran petugas memeriksa kondisi jeroan sapi yang telah dipotong di Masjid Cut Meutia Jakarta, Senin.

"Kalau sudah disembelih kita periksa jeroannya, hati, kemudian paru-paru, dan limpanya, terutama tiga itu," kata Petugas Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta Mujiati, ketika ditemui di Masjid Cuti Meutia, Jakarta Pusat.

Mujiati menjelaskan bahwa pemeriksaan hati hewan kurban dilakukan untuk memastikan tidak terdapat cacing hati, dilakukan dengan cara menyayat lapisan hati untuk memastikan bersih dari parasit tersebut. Cacing hati dapat menyebabkan infeksi pada manusia yang mengonsumsi makanan berasal dari air atau daging hewan yang terkontaminasi larvanya.

Sementara itu, pemeriksaan limpa dilakukan untuk memastikan sapi yang dipotong tidak terinfeksi antraks, yang termasuk zoonosis atau penyakit yang bisa ditularkan dari hewan ke manusia salah satunya dengan mengonsumsi daging hewan sakit.

Baca juga: Orang tua pergi haji, Ayu Ting Ting: Suasananya beda banget

Salah satu cara untuk mengenali hewan yang terkontaminasi antraks setelah dipotong adalah dengan memeriksa kondisi limpa. Jika kondisi limpa mengeras maka berpotensi hewan itu sudah terinfeksi.

Selain itu, katanya, dilakukan juga pemeriksaan paru-paru untuk memastikan kondisi paru-paru untuk memastikan sapi itu tidak mengalami sakit tuberkolosis.

"Itu berbahaya juga. Biasanya kalau ditemukan seperti itu kita minta jangan dikonsumsi, harus buang," jelasnya.

Dalam perayaan Idul Adha tahun in, Masjid Cut Meutia mencatat terdapat 13 ekor sapi dan tujuh ekor kambing yang akan dikurbankan. Di antaranya termasuk kurban dari Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammadi Ali dan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri.

"Kita perkirakan akan membagi sekitar 1.500 kantong untuk daging kurban, kita bagikan terutama ke wilayah sekitar itu ada pemukiman warga," ujar Muhamad Syarifudin selaku Panitia Idul Adha 1445 Hijriah ketika ditemui di Masjid Cut Meutia.

Dia menjelaskan beberapa wilayah yang akan menerima daging kurban termasuk di Menteng Kecil, Kalipasir, Kwitang, Kebon Sirih dan Gondangdia dilakukan dengan menukar kupon yang sudah dibagikan sebelumnya.

Baca juga: FKUB DKI sebut hikmah berkurban untuk potong unsur kebinatangan diri 
Baca juga: Idul Adha, kualitas udara DKI Jakarta masuk kategori sedang
 

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2024