Presiden Jokowi beserta Ibu Iriana melaksanakan shalat Idul Adha di Lapangan Simpang Lima, Semarang, yang tidak jauh lokasinya dari Masjid Baiturrahman
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan hewan kurban kepada Masjid Baiturrahman, Kota Semarang, Senin.

Sapi berjenis simental dengan berat sekitar 1.250 kilogram itu diserahkan Jokowi kepada panitia kurban Masjid Baiturrahman, pada momentum Idul Adha 1445 H, demikian keterangan tertulis Biro Pers Sekretariat Presiden RI.

"Bismillahirrahmanirrahim, dengan ini saya serahkan hewan kurban kami berupa seekor sapi kepada panitia penyelenggara Idul Adha di Masjid Raya Baiturrahman Semarang sebagai ibadah kurban keluarga kami, untuk disembelih dan dibagikan dagingnya kepada yang berhak. Semoga Allah menerima ibadah ini," tutur Jokowi.

Baca juga: Pj Gubernur sebut jumlah hewan kurban di Jatim alami peningkatan

Sebelumnya, Presiden Jokowi beserta Ibu Iriana melaksanakan shalat Idul Adha di Lapangan Simpang Lima, Semarang, yang tidak jauh lokasinya dari Masjid Baiturrahman.

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana tiba di lokasi sekitar pukul 06.05 WIB dan langsung menuju saf yang disediakan.

Presiden Jokowi turut melantunkan takbir dan tahmid bersama jemaah lainnya yang dipimpin oleh Ustaz Muhammad Yusuf.

Tepat pukul 06.25 WIB, shalat Idul Adha dilakukan dengan dipimpin oleh imam K.H. Zaenuri Ahmad Al Hafiz, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qur’ani Semarang.

Selesai shalat, Presiden Jokowi menyimak khotbah yang disampaikan oleh khatib Hasyim Asy'ari yang juga Ketua Komisi Pemilihan Umum RI. Khotbah yang disampaikan bertema "Kurban Sebagai Ujian Keimanan".

Dalam khotbahnya, khatib menyampaikan bahwa Hari Raya Idul Adha mengingatkan pada kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS.

Baca juga: Jakarta Selatan periksa status kesehatan belasan ribu hewan kurban

Saat itu turun perintah dari Allah kepada Nabi Ibrahim untuk melakukan kurban dengan menyembelih anak kandung satu-satunya yaitu Ismail. Nabi Ibrahim AS, dengan penuh ketaatan dan kepatuhan bersedia melaksanakan perintah itu.

"Pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan Ismail patut kita teladani dan kita ikuti, dalam pengertian bahwa kita dengan kemampuan yang ada, bersedia mematuhi dan menaati perintah Allah dengan mengorbankan sebagian dari harta yang kita miliki," kata Hasyim Asy'ari.

Khatib juga menyampaikan bahwa selain sebagai ibadah yang memiliki dimensi vertikal yakni mendekatkan diri kepada Allah, kurban juga memiliki dimensi horizontal atau sosial yakni berbagi rezeki dengan orang lain.

"Jika dalam Hari Raya Idul Fitri, kita membahagiakan orang lain dengan zakat, maka saatnya di Idul Adha ini kita gembirakan hati orang lain dengan ibadah kurban," ujar dia.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Iriana dalam kesempatan tersebut yakni Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Pj. Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ahmad Luthfi, dan Wali Kota Semarang Hevearita Gunarti Rahayu.

Baca juga: Kantong plastik "biodegradble" dipilih warga untuk wadah daging kurban

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2024