BMKG mengimbau masyarakat untuk mengkonsumsi air mineral secara cukup dan teratur supaya terhindar dari dehidrasi
Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi hampir seluruh wilayah di Indonesia dilanda suhu panas maksimum harian hingga mencapai 35 derajat celsius, Senin, atau bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah/2024 Masehi.

Dalam keterangan Pusat Meteorologi Publik BMKG yang diterima di Jakarta Senin, melaporkan bahwa dalam 24 jam terakhir kondisi suhu panas maksimum terdeteksi melanda mayoritas wilayah mulai dari Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.

Berdasarkan hasil analisa tim ahli meteorologi BMKG pada Senin siang, suhu terpanas di wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Stamet BMKG Pangsuma) setinggi 35,6 derajat celcius.

Tim meteorologi di saat yang sama juga menganalisa suhu panas maksimum setinggi 34,6-33,4 derajat celcius melanda sebagian besar wilayah mulai di Kalimantan Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera Selatan.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, tim meteorolgi BMKG mengkonfirmasi secara umum suhu panas maksimum pada siang hari tersebut disebabkan karena gerak semu matahari dengan jarak terdekat di equator.

Fenomena ini sekaligus menandakan musim kemarau mulai melanda Indonesia yang sebagaimana diprakirakan sebelumnya akan berlangsung Juni - September 2024.

Demi mengurangi dampak suhu panas, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengkonsumsi air mineral secara cukup dan teratur supaya terhindar dari dehidrasi, terutama saat melaksanakan ibadah kurban yang dilakukan di luar ruangan.

Kemudian menggunakan pelindung seperti topi atau payung untuk melindungi kepala dan tubuh bagian atas, kacamata hitam melindungi mata,  bila perlu menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultra violet (UV).

BMKG memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang aktual setiap harinya terkait hasil analisa suhu panas dengan cara mengakses aplikasi daring infoBMKG, media sosial infoBMKG, atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: M. Tohamaksun
Copyright © ANTARA 2024