Manado (ANTARA) -
BPJS Kesehatan Kantor Cabang Tondano, Sulawesi Utara memantau dan mengevaluasi implementasi sistem "finger print" untuk kemudahan pasien mendapatkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Datoe Binangkang, Kabupaten Bolaang Mongondow.
 
"Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya BPJS Kesehatan untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam mengakses layanan kesehatan," kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tondano, Raymond Jerry Liuw, di Tondano, Senin.
 
Dia mengatakan, penggunaan sistem "finger print" ini adalah langkah maju dalam memberikan kemudahan bagi peserta JKN.
 
"Kami berharap dengan adanya teknologi 'finger print' ini proses verifikasi identitas peserta dapat berlangsung lebih cepat dan akurat. Hal ini tentu saja akan mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan kepuasan peserta JKN dalam mendapatkan pelayanan kesehatan," ujar Raymond.
 
Sistem "finger print" di RS Datoe Binangkang diharapkan mampu mengatasi beberapa permasalahan yang sering ditemui dalam pelayanan kesehatan, seperti antrean panjang dan kesalahan administrasi.
 
Dengan teknologi ini, kata dia, identitas pasien dapat diverifikasi secara langsung melalui sidik jari, sehingga tidak perlu lagi membawa kartu identitas atau dokumen lainnya.
 
Hal ini tentu saja akan memudahkan terutama bagi pasien lansia atau mereka yang sering lupa membawa dokumen identitas.
 
Kepala Bidang Keperawatan, Junaidi Pampaile, manajemen rumah sakit yang mendampingi tim BPJS Kesehatan, menyatakan bahwa rumah sakit telah siap untuk mengimplementasikan penggunaan "finger print" bagi pasien.
 
"Kami sudah melakukan berbagai persiapan, mulai dari pelatihan untuk staf hingga pemasangan perangkat 'finger print' di beberapa titik pelayanan. Kami yakin dengan adanya sistem ini, pelayanan kepada pasien akan menjadi lebih cepat dan efisien," ujar Junaidi Pampaile.
 
Ia menambahkan bahwa pihak rumah sakit juga telah melakukan sosialisasi kepada pasien mengenai penggunaan sistem "finger print" ini.
 
"Kami ingin memastikan bahwa semua pasien, terutama yang merupakan peserta JKN, bisa dengan mudah menggunakan sistem 'finger print' ini tanpa mengalami kesulitan," tambahnya.
 
Implementasi sistem "finger print" ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi pasien, tetapi juga membantu rumah sakit dalam mengelola data pasien dengan lebih baik.
 
Data yang tercatat melalui sistem ini akan lebih akurat dan terintegrasi dengan sistem informasi rumah sakit, sehingga memudahkan dalam pengambilan keputusan medis dan administrasi.
 
BPJS Kesehatan Cabang Tondano juga akan terus memantau pelaksanaan sistem "finger print" ini di RS Datoe Binangkang.
 
Raymond Jerry Liuw menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan sistem ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi peserta JKN.
 
"Kami akan terus bekerja sama dengan rumah sakit dan pihak terkait lainnya untuk menyempurnakan sistem ini. Tujuan kami adalah memberikan pelayanan terbaik bagi peserta JKN," tegas Raymond.
 
Selain itu, BPJS Kesehatan juga berencana untuk menerapkan sistem "finger print" ini di fasilitas kesehatan lainnya di Wilayah Kerja BPJS Kesehatan Cabang Tondano.
 
Dengan demikian, diharapkan seluruh peserta JKN di wilayah ini dapat merasakan manfaat dari teknologi tersebut.
 
"Kami optimistis bahwa teknologi ini dapat diadopsi secara luas dan memberikan dampak positif bagi pelayanan kesehatan di Kabupaten Bolaang Mongondow," kata Raymond Liuw.
 
Secara keseluruhan, implementasi sistem "finger print" di RS Datoe Binangkang adalah bagian dari upaya berkelanjutan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.
 
Dengan memanfaatkan teknologi, BPJS Kesehatan berkomitmen untuk memberikan kemudahan akses dan kepuasan maksimal bagi seluruh peserta JKN.
 
Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi fasilitas kesehatan lainnya dalam mengadopsi teknologi untuk pelayanan yang lebih baik.

Baca juga: BPJS-Pemprov Sulsel perkuat sinergi optimalisasi program JKN

Baca juga: DPR: Harusnya pemerintah bantu putihkan tunggakan peserta BPJS

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2024