Jakarta (ANTARA) - Sejumlah informasi penting menghiasi berita humaniora pada Senin (17/6) mulai dari peringatan dan pemaknaan Idul Adha hingga anggota DPR tidak setuju korban judi online menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.

Berikut rangkuman berita selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca:

1. Wapres: Idul Adha harus dimaknai luas tak hanya sembelih hewan kurban

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan bahwa peringatan Idul Adha harus dimaknai secara luas, bukan sekedar menyembelih hewan kurban.

Berita selengkapnya klik di sini

Baca juga: Wapres: Idul Adha harus dimaknai luas tak hanya sembelih hewan kurban

2. Masjid Al-Azhar Jakarta miliki tanki khusus untuk limbah kurban

Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, memiliki tangki limbah khusus untuk membuang limbah kurban sisa penyembelihan untuk perayaan Idul Adha.

Berita selengkapnya klik di sini

Baca juga: Masjid Al-Azhar Jakarta miliki tanki khusus untuk limbah kurban

3. Kemenag: Idul Adha momentum memperkuat kepedulian sosial

Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag) RI Suyitno mengatakan Idul Adha merupakan momentum dalam memperkuat ikatan kepedulian sosial dan solidaritas antarumat Islam.

Berita selengkapnya klik di sini

Baca juga: Kemenag: Idul Adha momentum memperkuat kepedulian sosial

4. Makkah diguyur hujan setelah sempat muncul peringatan cuaca panas

Kota Makkah Al Mukarramah tepatnya di Mina diguyur hujan setelah sebelumnya sempat muncul peringatan cuaca panas ekstrem yang akan berlangsung pada Senin siang waktu Arab Saudi.

Berita selengkapnya klik di sini

Baca juga: Makkah diguyur hujan setelah sempat muncul peringatan cuaca panas

5. DPR nilai korban judi online tak bisa serta merta dapat bansos

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka menilai korban judi online tidak bisa serta merta atau begitu saja mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.

Berita selengkapnya klik di sini

Baca juga: DPR nilai korban judi online tak bisa serta merta dapat bansos 
 

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2024