Padang (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera melakukan uji workshop atau lokakarya sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) yang akan dipasang di sejumlah aliran sungai yang berhulu dari Gunung Marapi, Sumatera Barat.

"Dalam waktu dekat BNPB akan melakukan uji sistem EWS bersama mitra BNPB di Yogyakarta sebelum dipasang di beberapa aliran sungai di Gunung Marapi," kata Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB Agus Riyanto saat dihubungi di Padang, Selasa.

Agus Riyanto menyampaikan uji sistem peringatan dini di Yogyakarta dilatarbelakangi pengalaman daerah tersebut menggunakan EWS saat dilanda banjir lahar dingin Gunung Merapi.

"Jadi, setelah uji sistem ini selesai, dalam waktu dekat akan kita terapkan atau pasang di Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam maupun Kota Padang Panjang," kata Gusri sapaan akrabnya.

Baca juga: Gunung Marapi erupsi lagi dengan amplitudo 30,3 mm selama 48 detik

Baca juga: Perantau Minang di Belanda beri bantuan untuk korban bencana Sumbar


Ia menjelaskan nantinya pemasangan alat EWS tidak bisa langsung secara menyeluruh atau perlu beberapa tahapan dan uji coba. Setelah pemasangan tahap pertama, maka akan ada penambahan alat lainnya.

"Ini agak lama dan butuh berbagai studi atau kajian termasuk mempelajari hasil survei di lapangan beberapa waktu lalu," ujarnya.

Rencananya, BNPB bekerja sama dengan instansi terkait akan memasang 23 alat sistem peringatan dini di sejumlah sungai yang berhulu dari Gunung Marapi. Rinciannya, tiga titik di sungai yang bermuara ke Kota Padang Panjang, dan masing-masing 10 unit di Tanah Datar dan Kabupaten Agam.

Kendati demikian, jumlah EWS tersebut masih bersifat dinamis atau tergantung dari kondisi, kebutuhan dan hasil survei serta kajian tim di lapangan. Sebab, bisa saja lebih atau kurang dari 23 EWS.

"Yang jelas kita akan pasang dulu di titik-titik yang menjadi prioritas," ujarnya.*

Baca juga: Baznas Agam salurkan zakat bagi pelajar terdampak banjir lahar dingin Gunung Marapi

Baca juga: Pemkab Agam relokasi 114 rumah korban banjir lahar Gunung Marapi

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
Copyright © ANTARA 2024