Jadi bisa saja seperti kena prank akibat getaran aktivitas lain, sehingga informasi yang sampai ke masyarakat jadi keliru
Padang (ANTARA) - Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Riyanto mengatakan akan memasang sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) dilengkapi dengan kamera pengintai atau closed circuit television (CCTV),  di sejumlah sungai yang berhulu dari Gunung Marapi.

"Kurang lebih gambarannya akan ada tower, ada CCTV, alat sensor hujan, sensor air dan kapan perlu ditambah sensor gerakan," kata Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB Agus Riyanto saat dihubungi di Padang, Selasa.

Baca juga: BNPB uji EWS sebelum pemasangan di sekitar sungai di Gunung Marapi

Agus Riyanto menegaskan, pemasangan kamera pengintai sangat krusial dan penting sebagai bentuk konfirmasi akhir ke posko pemantauan jika terjadi banjir lahar dingin dari sungai yang berhulu di Gunung Marapi.

BNPB mengkhawatirkan apabila EWS tidak didukung oleh kamera CCTV maka bisa saja terjadi miskomunikasi laporan bencana lahar dingin. Sebagai contoh, sirene EWS akan berbunyi akibat getaran benda lain (bukan lahar dingin) namun masyarakat sudah berbondong-bondong meninggalkan pemukiman.

"Jadi bisa saja seperti kena prank akibat getaran aktivitas lain, sehingga informasi yang sampai ke masyarakat jadi keliru," ujar dia.

Baca juga: Gunung Marapi erupsi lagi dengan amplitudo 30,3 mm selama 48 detik

Oleh karena itu, pemasangan CCTV sangat penting sebagai dukungan visualisasi yang dapat memonitor langsung kejadian di hulu sungai. Dengan demikian petugas yang berjaga bisa menyampaikan informasi akurat kepada masyarakat.

Gusri, sapaan akrab Agus, mengatakan nantinya pusat pengendalian informasi EWS berada di tangan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalop) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), atau tempat khusus yang ditunjuk oleh BNPB guna menyebarkan informasi ke warga yang bermukim di sekitar aliran sungai.

Terpisah, Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan sistem peringatan dini akan dipasang di daerah Padang Laweh, Lima Kaum, Gurun, Sumpur, Sungai Jambu, Parambahan, Tabek Ganggang, Simpang Manunggal, dan Rambatan. Selanjutnya BNPB juga akan memasang EWS di Labuatan, Simabur, Batu Basa, dan Galogandang. Kemudian alat sensor juga dipasang di Kantor Wali Nagari (kantor desa) Pariangan, di Sawah Linggungan dan Guguak Malalo.

Baca juga: Perantau Minang di Belanda beri bantuan untuk korban bencana Sumbar

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2024