Pada awalnya saya ingin menjadi dokter. Tapi karena keterbatasan biaya, orang tua ingin saya meneruskan pendidikan pada jenjang SMK dengan harapan setelah lulus bisa langsung bekerjaJakarta (ANTARA) - Ulfatun Nikmah, seorang anak tukang ukir asal Jepara, Jawa Tengah (Jateng), berhasil meraih gelar Magister dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada April 2024 lalu.
Gadis yang biasa disapa Ulfa tersebut berhasil membuktikan bahwa ia bisa bersaing dengan lulusan lainnya, meskipun hanya berasal dari keluarga yang sederhana.
Anak dari pasangan Bapak Muhlasin dan Ibu Masruroh ini tidak hanya bisa menembus Pascasarjana FEB UGM, tetapi juga bisa bersaing dan berhasil memperoleh beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).
Baca juga: Kemendikbudrkistek: 190.444 peserta lolos SNBT PTN Akademik
Ulfa yang dahulu mempelajari Akuntansi di SMKN 3 Jepara itu menjadi tertarik dengan bidang tersebut, sehingga memperkuat keinginannya untuk melanjutkan pendidikan di bidang ini.
Karena keterbatasan finansial dan kebutuhan untuk menyekolahkan adiknya, pada awalnya orang tua Ulfa menolak untuk menyekolahkannya ke jenjang yang lebih tinggi, namun pada akhirnya Ulfa meyakinkan orang tuanya bahwa pendidikan tinggi akan memberinya peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan membantu keluarga pada masa depan.
Baca juga: Kemendikbudristek: KIP Kuliah investasi bangsa bentuk SDM unggul
Meskipun menghadapi cemoohan dari tetangga yang meremehkan kondisi ekonominya, Ulfa tidak menyerah. Justru sebaliknya, cemoohan tersebut menjadi pendorong baginya untuk membuktikan bahwa anak dari keluarga kurang mampu pun bisa berprestasi tinggi.
Pengalaman dan ilmu yang didapatkan Ulfa selama di SMK sangat membantu di bangku kuliah, terutama pada semester awal. Ulfa sering ditunjuk oleh dosen untuk memimpin kelompok belajar, karena pengetahuannya yang sudah terasah sejak SMK.
"Pengalaman ini sangat membantu ketika saya melanjutkan ke jenjang S-1, karena banyak mata kuliah dasar yang sudah saya pelajari sebelumnya," ungkap gadis kelahiran tahun 1998 tersebut.
Hal ini membuatnya tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan dan jaringan yang luas.
Baca juga: Kemendikbudristek siapkan Rp14,69 triliun untuk KIP Kuliah 2025
Kini Ulfa telah menyelesaikan studi magister di UGM dengan waktu 1 tahun 10 bulan 24 hari dan meraih IPK 3,89. Kesuksesan ini menjadi pencapaian besar dalam hidup Ulfa dan membanggakan kedua orang tuanya yang dulunya tidak pernah membayangkan putri sulungnya bisa mengenyam pendidikan tinggi.
Saat ini Ulfa bekerja di perusahaan konsultan bidang teknologi informasi di Yogyakarta. Ke depan ia masih berkeinginan kuat untuk melanjutkan studi ke jenjang S-3 dan menjadi dosen untuk berkontribusi dalam memajukan pendidikan di Indonesia.
Baca juga: LTMPT ingatkan lulusan SMK lanjutkan pada jenjang sarjana terapan
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2024
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.